All Sport

Tim Tenis Maluku Menuju Palembang

TIM tenis dari Maluku akan mengikuti Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) di Palembang, Sumatera Selatan. Tim yang beranggotakan 11 orang ini direncanakan berangkat ke Bumi Sriwijaya, Jumat, 2 April 2019.

Tim Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Maluku ini dipimpin Sri Harti Ningsih, dilepas oleh Ketua Harian Komite Olahraga Nasional (KONI) Maluku Agus Lomo.

Agus Lomo mengatakan, semua harus berkomitmen untuk membangun olahraga di Maluku. KONI Maluku kata dia, akan mengirim 18 cabang olahraga (Cabor) untuk mengikuti Pra PON di Palembang, salah satunya Pelti Maluku.

“Harus komitmen untuk membangun olahraga. Hari ini KONI menyiapkan 18 Cabor 18 untuk ikut pra PON. Dan ada beberapa Cabor yang akan disiapkan di bulan ini lagi. Bagi seluruh masyaraksy membangun kejayaana olahraga bukan hanya KONI, tapi semua lapisan. Kita akan memberikan respon,” kata Agus Lomo, kepada wartawan di Karang Panjang, Kamis, 1 Agustus 2019.

Ia berharap, KONI Maluku bisa mengikutkan Cabort-Cabor lain dalam Pra PON nanti. Karena itu, kondisi saat ini, ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku dapat membantu KONI. Pasalnya, KONI Maluku saat ini terkendala finasial.

“Kita berharap bisa mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini terutama Pra PON. Kita diperhadapkan dengan kondisi. Oleh karena itu kami sudah membuat skenario, diharapkan respon pemerintah provinsi segera memberikan jawaban kepada KONI Maluku. Kita menang mengutamakan Cabor unggulan, tapi kiat juga tidak bisa mengabaikan cabor lain seperti tenis yang memang saya kira ini yang sudah memebrikan prestasi. Kami memberi apresiasi kepada Pelti di bawah kepemimpinan bapak Adolf Seleky,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Provinsi (Pengrov) Pelti Maluku, Adolf Seleky, mengaku berharap tenis lapangan bisa ikut PON 20 di Papua pada tahun 2020 nanti. Tim yang akan berangkat nanti, 8 atlet tenis, 4 putra dan empat putri serta dua pelatih dan satu official.

Menurutnya, dalam persiapan ini saja, Pelti Maluku menyiapkan para atlet sejak tiga bulan lalu. Di mana fisik tak teknik permainan digenjot. Mengingat atlet-atlet tenis lainnya, terutama di Jawa, akan menurunkan petenis-petenis terbaik, baik yang pernah mengikuti kejuaraan nasional maupun nasional.

“Saya kira kesempatan terbaik untuk membuktikan terbaik dalam cabang olahraga ini. Kita harus menyiapkan strategis, mental, kesehatan harus disiapkan,” ujar Seleky.

Dikatakan  kalau melihat perkembangan tenis seluruh Indonesia,  persaingan sangat ketat.

“Di pulau Jawa dihuni pemain-pemain nasional, namun atlet kita kita tidak pernah merasa mengalah. Kita ke Pra PON bukam hura-hura, tapi kalau kita Maluku juga bisa berbicara di tingkat nasional, insya Allah mereka bisa lolos ke PON Papua, target kita bisa partisipasi di PON,” tandas Seleky. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top