Berita Utama

Wahana Permainan Anak Di MCM Nyaris Renggut Korban Jiwa, Sang Dosen Tulis Surat Terbuka

Ilustrasi

WAHANA Permainan Anak Happy Kiddy di Maluku City Mall (MCM), Tantui Ambon, yang menjadi salah satu alternatif tempat hiburan bagi anak-anak di kota berjuluk Manise ini, nyaris merenggut nyawa salah seorang anak yang bermain di arena mandi bola, Minggu 11 Agustus 2019.

Pasalnya sang anak itu ditemukan terbaring lemas hampir pingsan di dasar arena mandi bola. Beruntung nyawa sang anak tersebut bisa diselamatkan seorang wanita yang diketahui  istri dari Jusuf Nikolas Anamofa, salah seorang dosen   di kampus yang ada di kota ini yang kemudian menuliskan hal itu di akun Facebook miliknya dan kemudian menjadi viral.

Berikut isi surat dosen Jusuf Nikolas Anamofa  di akun Facebook miliknya yang dikutip redaksi RakyatMaluku.com 

Jusuf Nikolas Anamofa

Salam hormat,

Perkenalkan, saya Jusuf Nikolas Anamofa, bekerja sebagai Dosen.

Hari ini, Minggu, 11 Agustus 2019, kami membawa anak-anak untuk bermain di wahana permainan anak yang ada di MCM. Kami baru tahu kalau ada wahana permainan baru di lantai 2 MCM yang namanya HAPPY KiDDY. Oleh karena baru, maka anak-anak kami arahkan bermain di situ saja.

Sementara anak-anak kami dan anak-anak lainnya bermain, tiba-tiba saya dikejutkan oleh teriakan istri minta tolong. Ternyata dia berada di arena mandi bola yang cukup luas dan penuh dengan bola-bola plastik kecil. Dia sementara menggendong seorang anak, bukan anak kami. Anak tersebut terkulai lemas dalam gendongan istri saya. Dengan cepat istri saya membawa dia ke pintu masuk arena permainan itu sambil menanyakan kepada para petugas wahana tersebut agar segera dicarikan orang tua anak itu. Para petugas itu kaget, kebingungan dan hanya berdiri terpaku. Ada yang bertanya, “ada apa, ibu?” Istri saya menjawabnya, “anak ini beta temukan terbaring lemas hampir pingsan di dasar arena mandi bola. 

Mana orang tuanya, mana orang tuanya?” Tidak ada satupun yang mengaku sebagai orang tua anak itu. Para petugas pun hanya berdiri terpaku menatap istri saya yang sementara menggendong anak itu. Kondisinya sudah pucat dan sangat lemas. 

Karena mereka tidak tanggap, terpaksa saya menghardik mereka dari luar pagar arena permainan agar segera menangani situasi seperti itu. Saya menanyakan Standard Operational Procedure (SOP) mereka terkait situasi seperti itu, tidak ada satupun yang bisa menjawabnya. Saya meminta mereka dengan keras agar mengambil alih situasi itu dari tangan istri saya karena itu tanggung jawab mereka. Setelah mereka mengambil anak tersebut dari gendongan istri saya, istri saya kemudian kembali mengawasi anak-anak kami yang sementara bermain.

Setelah selesai, dalam perjalanan pulang, saya menanyakan situasi sebenarnya kepada istri. Istri saya menerangkan bahwa pada saat dia menemani anak kami bermain di arena mandi bola, dia ikut masuk ke dalam arena itu. Tidak sengaja, kakinya menyentuh sesosok tubuh di dasar arena permainan. Segera saja dia mencakar bola-bola plastik yang ada dan mengangkat tubuh anak kecil dari dasar arena. Anak itu sudah hampir pingsan, lemas, pucat. Istri saya menyangka anak itu hanya bercanda saja sehingga meminta agar anak itu segera berdiri dan bermain lagi. Tetapi saat diturunkan dan coba didirikan oleh istri saya, dia terkulai jatuh. Dia benar-benar lemas hampir kehabisan nafas. Dari situlah istri saya berteriak meminta pertolongan.

Dari situasi itu, saya meminta agar pemilik/pengelola wahana bermain HAPPY KiDDY di Lantai 2 MCM sungguh-sungguh memperhatikan SOP terkait keselamatan para pengunjungnya. Mungkin saja orang tua mereka sementara meninggalkan mereka untuk membeli makanan atau ke toilet, para petugas harus terus mengawasi dengan waspada. Jika terjadi sesuatu, para petugas harus sangat sigap karena menyangkut keselamatan manusia. SOP harus diterapkan dengan teliti dan ketat. Para petugas harus dilatih bukan saja untuk mengoperasikan arena-arena permainan tetapi juga menangani situasi-situasi darurat seperti yang tadi. Sudah berapa nyawa anak yang hilang di wahana-wahana permainan sekitar  Kota Ambon karena situasi tidak ditangani dengan mestinya? Silahkan cek  sendiri.

Surat terbuka ini merupakan kritik sekaligus peringatan dini kepada pemilik/pengelola/petugas Wahana Permainan HAPPY KiDDY. Kalian masih beruntung, istri saya menemukan anak itu di dasar arena permainan yang tertutup bola ketika dia masih bernafas. Bagaimana kalau ketika ditemukan dia sudah tidak bernafas lagi karena kekurangan oksigen di sana? Urusannya akan jadi sangat panjang. Semoga tidak ada kecelakaan berarti di tempat tersebut akibat kelalaian baik orang tua maupun petugas wahana di masa-masa mendatang.

NB: Jika nanti dibicarakan kepada petugas, tanyakan saja tentang Oom Berjenggot yang menghardik mereka di Minggu Sore, tanggal 11 Agustus 2019.

Salam hormat. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top