Berita Utama

Rumah Mewah Di Kebun Cengkeh Dieksekusi

Suasana proses eksekusi bangunan rumah di Kebun Cengkeh RT/O7 RW/08

RUMAH mewah milik H. Zaiyas Limpas yang berada di RT O7/ RW 08, Kebun Cengkeh, Batumerah, Kecamatan Sirimau, dieksekusi  Pengadilan Negeri Ambon, Kamis, 12 September 2019.

Eksekusi berdasarkan surat penetapan Ketua Pengadilan Negri Ambon Nomor : 9 /Pdt.Eks/2019 PN.Ambon tanggal 22 Agustus 2019 terhadap sebidang  tanah bersertifikat dengan nomor 12 Tahun 1983 milik pemohon (T.M Tampubolon)

Sebelum rumah tersebut di eksekui, sempat terjadi keributan antara Zaiyas Limpas dan Penasehat Hukum dari T. Manoar Tampubolon, Edward Diaz. Pemilik rumah ngotot agar tidak dieksekusi. Untuk mendinginkan suasana, Sekretaris Negeri Batumerah, Arlis Lisaholet dan seorang warga membujuk Zaiyaz Limpas. 

Setelah dibujuk, dan tenang, Sekneg kemudian menemui Edwrad Diaz agar penasehat hukum ini berbicara dengan T. M Tampubolon, untuk memberi waktu kepada Zaiyas Limpas agar mereka mengosongkan rumah. 

Tapi entah kenapa, tiba-tiba dilakukan eksekusi. Eksekusi  akhirnya dilakukan tanpa ada perlawanan.  Sebelum pembongkaran rumah berlantai satu itu dilakukan  pemilk rumah mengeluarkan seisi barang-barang.

Jurusita PN Ambon, Noije Leasa, mengatakan bahwa apa yang dilakukan ini berdasarkan putusan ketua PN Ambon.

“Putusan tersebut merupakan hasil persidangan dalam perkara perdata dengan nomor perkara 42 / Pdt.G/2013.PN. Amb.antara T. Manoar Tampubolon, melawan Mohamad Saiful Tutupoho dan Zaiyas Limpas, juga Hasan Basri Difinubun,” ungkap Lease kepada RakyatMaluku.com di lokasi eksekusi. 

Sementara Edward Diaz menjelaskan, ada sekitar lima rumah yang harusnya digusur, tapi yang lain sudah membayar ganti rugi kepada TM. Tampubolon. Empat  orang lainnya memberi ganti rugi itu, rumah mereka tidak dieksekusi. 

“Jadi begini. Terkait dengan putusan PK, yang sisa rumah (4) inikan sudah membayar ganti kerugian kepada TM Tampubolon.  Sementara 1 rumah inikan sampai H-1, penetapan eksekusi dia tidak mau berdamai. Kemarin Pak Tutupoho sebagai tergugat 1, termohon kasasi kemudian sebagai termohon eksekusi termohon 1, dia mau melakukan upaya damai. Upaya damai dalam bentuk pembayaran ganti kerugian. Bahkan sebelum eksekusi itu Pak Tampubolon sudah memberi kesempatan kepadanya (Zaiyas Limpas). Tapi dia tetap ngotot dan akhirnya dieksekusi,” tandas Lease. (AAN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top