Nasional

Susi : Saya Tidak Tahu Pak Gubernur Butuh Berapa

Susi Pudjiastuti

MENTERI Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, akhirnya angkat suara soal ‘tantangan’ perang dari Gubernur Maluku, Murad Ismail yang berkata kebijakannya memiskinkan wilayahnya. Menteri Susi terdengar heran menanggapi isu tersebut.

“Masa gubernur mau perang sama menteri? Kan sama-sama pemerintah,” kata Menteri Susi dalam jumpa pers di Kementerian KKP, Jakarta, sebagaimana dilansir merdeka.com, Senin (9/9).

Menteri Susi yakin Gubernur Murad mendapat informasi yang tak tepat terkait kebijakan KKP. Menteri Susi pun membahas soal moratorium kapal eks-asing, tambahan anggaran, dan kapal asal Jawa yang mengambil ikan di Maluku.

Menurut Menteri Susi, istilah moratorium sudah tidak ada lagi, yang ada hanya negative list investor asing bagi perusahaan perikanan tangkap. Jika ada pihak pengusaha yang tak terima masuk di daftar itu juga bisa langsung protes ke Kementerian KKP agar datanya diperbaiki.

“Kalau mereka tak terima, pengusahanya kan dulu dipanggil satu-satu, kalau benar mereka legal, tidak ilegal, surat-surat, dokumennya semua benar, ya tinggal dibetulin KKP,” kata Menteri Susi.

Terkait tudingan bahwa Menteri Susi menjegal anggaran untuk Maluku, dia justru berkata mendukung agar ada tambahan anggaran bagi daerah seperti Maluku yang memberi sumbangsih besar di sektor perikanan. Namun, Menteri Susi tak setuju bila tambahannya harus lewat perpres, melainkan langsung saja ke Kementerian Keuangan.

“Saya tidak tahu Pak Gubernur butuh berapa, tapi saya akan mengendorse kepada Bu Menkeu (Sri Mulyani) untuk diberikan tambahan anggaran,” ujar Menteri Susi.

Terakhir, Gubernur Murad sempat mengeluh ikan-ikan dari Maluku yang malah dibawa ke Jawa. Menteri Susi berkata itu adalah tanggung jawab pemerintah daerah agar mengoptimalkan fasilitas daerah supaya pembongkaran dan lelang ikan bisa dilakukan di pelabuhan daerah masing-masing.

Menteri Susi mengingatkan agar pemda Maluku menggunakan 13 pelabuhan yang bisa dipakai docking dan landing kapal-kapal asal Jawa untuk melakukan pembongkaran. Itu supaya pemerintah Maluku bisa memungut retribusi hasil tangkapan di perairan Maluku dan perikanan tak perlu diangkut ke daerah lain.

Lewat optimalisasi itu, Menteri Susi yakin pelaporan perikanan daerah bisa lebih akurat, perekonomian daerah meningkat, serta memperbaiki bagi hasil antara ABK dan Nahkoda dengan pembangunan tempat-tempat pelelangan ikan. (RM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top