Berita Utama

Kelompok Vanath Wacanakan Arus Baru

Rakyatmaluku.com – MANTAN Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Abdullah Vanath, dikabarkan akan mendorong istrinya maju merebut tampuk kekuasaan yang sudah dia tinggalkan dalam lima tahun terakhir. Wacana ini makin menguat dalam berbagai diskusi dan juga telah viral di media sosial. Para pendukung Abdullah Vanath pun menyambut gembira gagasan poros baru di Pilkada SBT 2020.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Abbas Rumadan menilai, sah-sah saja kalaupun Rohany Vanath yang didukung kelompok Vanath berkeinginan untuk bertarung di Pilkada SBT nanti. “Saat ini semua orang punya peluang untuk menjadi bakal calon di Pilkada SBT, bisa dengan jalur parpol maupun independen,” kata Rumadan kepada Rakyat Maluku tadi malam.

Hanya saja dari jalur partai politik ada dua vigur yang lebih berpeluang, yakni Mukti Keliobas dan pasangannya, serta Fahry Husni Alkatiry dan pasangannya. Sementara Rohany Vanath jika serius bertarung maka jalur perseorangan adalah pilihan terbaik. Fachry dan Mukti sama-sama memiliki networking dan punya kemampuan lebih untuk mendapatkan rekomendasi Parpol. Adapun kelompok Vanath akan kesulitan mendapatkan akses ke rekomendasi partai politik untuk Pilkada SBT.

Rumadan mengaku, memang sejauh ini belum ada fakta pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah itu mendeklarasikan diri mereka untuk bertarung di Pilkada 2020, akan tetapi dari proses di partai politik, sudah bisa diprediksi Mukti Keliobas dan Fachry Husni Alkatiry tak akan lagi bersatu di Pilkada SBT. Hanya saja siapa yang akan mendampingi Mukti Keliobas maupun Fachry Husni masih menjadi tanda tanya. Keduanya belum berani mengumumkan pasangan yang layak mendampingi mereka di Pilkada SBT.  “Kalau Pak Mukti sampai sekarang belum bisa dipastikan, tapi kalau Pak Fachry kemungkinan berpasangan dengan Arobi Kelian yang juga kader PDIP,” bebernya.
Sementara Rohany Vanath dari berbagai informasi, akan berpasangan dengan suaminya Abdullah Vanath sendiri untuk menguji keberuntungan di Pilkada SBT.

Menurut Rumadan, kehadiran suami istri sebagai kandidat di Pilkada adalah peristiwa fenomenal dan belum terjadi dalam sejarah Pilkada di Maluku, ini juga termasuk hal unik yang baru di Maluku, jarang pula di Indonesia. “Kalaupun asumsi Rohany Vanath dan Abdullah Vanath berpasangan maka ini sangat unik, dan belum pernah terjadi,” kata Rumadan.

Mengingat kultur pemilih di Maluku sangat berbeda, secara khusus di SBT juga belum pernah terjadi demikian. Bahkan sejauh ini belum ada survei yang memotret keinginan publik terkait kehadiran pasangan suami istri di Pilkada SBT. ” Kita belum dapat memprediksi peluang pasangan ini ke depan dan bagaimana respon publik di SBT terkait pasangan suami istri ini,” nilai Rumadan.

Sehingga Rumadan menduga secara politik, kehadiran Rohany Vanath di Pilkada SBT hanyalah strategi Abdullah Vanath untuk tetap menjaga kekuatannya di pentas politik SBT. Bisa juga, Abdullah Vanath hanya ingin melestarikan dan mengkapitalisasi kekuatan politiknya agar tidak tenggelam dalam hingar bingar politik paska 2020 nanti.

Bahkan ketika Rohany Vanath dan Abdullah Vanath berpasangan jika diamati berdasarkan geopolitik, ini sangatlah tidak sehat. keduanya hanya mewakili satu dapil saja yakni Bula-Werinama, sementara dalam pengalaman Pilkada di SBT, pasangan yang akan unggul menjadi pemenang jika suaranya merata di seluruh arena pertempuran. Baik di wilayah Gorom, maupun Seram Timur. “Ada tiga dapil di SBT untuk pilkada dan untuk menang tidak bisa mengharapkan satu dapil saja. Calkada harus unggul di dapil lainnya,” ungkap Rumadan. (ARI)
|| Baca terus berita update di Harian Rakyat Maluku dan rakyatmaluku.com

------ ======================

Berita Populer

To Top