Daerah

Politisi-Birokrat Pas untuk MBD

BERSAMA. Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten MBD, Benjamin Th Noach, ST dan Utha Kabalmay, SPt., M.Si

RAKYATMALUKU – BUPATI Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon SH, MH menilai Utha Kabalmay SPt, MSi, cocok dipasangkan sebagai wakil dengan Benjamin Th Noach ST yang adalah incumben di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pilkada 2020 di daerah bertajuk Kalwedo itu. Pasalnya, Utha dinilai punya kelebihan dibanding calon wakil lain dari segi basis massa, maupun segudang pengalaman di bidang birokrasi.

Penilaian sekaligus dukungan Fatlolon ini diakui sendiri oleh putra asal Leti Moa Lakor itu kepada wartawan di Ambon, Minggu, 27 Oktober 2019. ”Ya memang benar, saya sementara berproses untuk mencalonkan diri sebagai Bupati MBD tiga bulan belakangan ini dan mendapat dukungan dari Bupati KKT, pak Petrus Fatlolon. Beliau menganggap saya cocok dengan pak Oyang Noach. Mungkin karena beliau tahu saya ada;aj seorang birokrat yang cukup senior, malang melintang di beberapa jabatan strategis selama ini sehingga beliau juga mendukung saya,” kata Utha Kabalmay.

Soal pengalaman di birokrasi, Utha merincikan, ia pernah menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di MBD, setelah itu menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) yang kini menjadi KKT, menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, juga Plt Kadis Perikanan serta sejumlah jabatan lainnya. ”Semua itu memang membuat saya mapan dan kemampuan ini nantinya bisa memberikan kontribusi positif dalam membantu bupati dalam rangka menyusun konsep pembangunan di MBD yang lebih terarah demi kesejahteraan masyarakat, jika Tuhan berkenan,” tambahnya.

Memang, kata Utha, hanya satu bakal calon bupati yang dia gumuli agar bisa berpasangan yaitu Benjamin Thomas Noach. ”Itu saya sudah nyatakan langsung ketika mensosialisasi diri. Alasannya, karena beliau itu berlatarbelakang pengusaha dan kemudian masuk politik dan akhirnya berhasil. Beliau jadi wakil bupati dan kini jadi bupati. Paling tidak beliau sudah punya pengalaman birokrasi. Saya ingin melangkapinya sehingga perpaduan antara politisi dan birokrasi murni menjadi klop dan efektif dalam pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di MBD,” ujarnya.

Utha lalu menekankan, jika tidak mendapat rekomendasi dari partai politk untuk berpasangan dengan incumben saat ini, maka dia tidak akan maju. Ia juga mengaku sudah bertemu dengan Oyang Noach dan secara langsung sudah menyatakan sikap untuk ingin berpasangan. ”Saya langsung bilang, saya ingin menjadi wakil beliau. Tapi tentu kita ikut aturan dan mekanisme. Saya tidak memaksakan keinginan, tapi paling tidak saya sudah bertemu dengan membawa sejumlah ide untuk ditawarkan. Beliau menyabut baik itu. Beliau menyarankan saya untuk mensosialisasi diri dan meningkatkan elektabilitas sehingga mudah-mudahan jika hasil survey memungkinkan, maka kita bisa berpasangan nanti,” akui Kabalmay.

Bupati Oyang Noach, lanjut Utha lagi, juga mengungkapkan harapannya agar jika tidak jadi berpasangan maka dukungan tetap diberikan. ”Saya sudah katakan, Kalau tidak berpasangan dengan pak Oyang, saya akan mengerahkan basis yang saya punya untuk mendukung beliau. Itu karena saya sudah terlanjur menyiapkan basis. Saya bahkan sudah katakan itu resmi kepada tim saya yang sudah terbentuk di lapangan,” tambahnya.

Utha mengaku sangat simpati dengan Oyag Noach.”Saya kenal beliau itu sejak tahun 2010 saat kontestasi pilkada pertama di MBD. Beliau berpasangan dengan pak Septinus Hematang, sementara saya dengan pak Jafeth Damamain. Saat itu kita tidak masuk putran kedua, tapi kita bersama bekerja, berkoalisi mendukung pak Abas Orno dan pak Anis Letelay. Saya lihat pak Oyang adalah sosok yang rendah hati,” paparnya.

Ciri seorang pimpiinan yang baik, lanjut dia, adalah orang yang rendah hati. Selain itu punya integritas. ”Itu ada di pa Oyang. Apa lagi beliau mau menerima apa yang kita sampaikan terkait program-program pembangunan. Saya juga melihat beliau komitmen. Makanya saya sangat tertarik untuk berkerja sama dengan beliau,” tambah Utha lagi.

Pemilik nama sah, Rosias Kabalmay ini juga megungkapkan alasan kenapa dia harus maju sebagai calon wakil bupati. ”Yang pertama, saya lihat bahwa MBD punya potensi SDA dan SDM yang cukup besar. Namun fakta membuktikan bahwa MBD sejauh ini masih menempati posisi terbawah. Demikian juga dengan pembangunan yang masih dipandang sebelah mata. Karena itu, visi yang saya usung adalah ‘Menjadikan MBD sebagai Kabupaten yang Memiliki Daya Saing Lokal Kepulauan’,” sebutnya.

Nah, lanjut dia, dirinya sadar penuh bahwa masuk politik adalah hal yang tidak mudah. Karena itu ia tidak mau langsung menawarkan diri sebagai kandidat bupati. ”Saya ukur kemampuan saya, terutama kekuatan finansial sehingga mengambil posisi calon wakil bupati. Saya tahu persis bahwa salah satu kewenangan atributif yang diberikan UU kepada wakil bupati adalah tugas di bidang pengawasan. Saya ingin, kalau Tuhan berkenan, saya ikut terlibat membantu bupati, sehingga hal-hal yang telah direncanakan itu, saya dan pak bupati bisa pastikan terlaksana sesuai dengan baik dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku,” beber Utha.

Utha juga mengklaim dirinya punya basis massa yang jelas di MBD, karena dia lahir dan dibesarkan di kabupaten itu. ”Saya lahir di Serwaru, Pulau Leti. Menamatkan pendidikan SD sampai SMP di sana, pernah mencalonkan diri sebagai wakil bupati walau tidak terpilih. Saya juga sempat kembali menjadi kepala Bappeda di MBD. Jadi, kalau sebut nama Utha Kabalmay khusus di daerah Leti, Moa lakor (Lemola) maka tak asing lagi bagi masyarakat di sana,” klaim dia.

Utha mengungkapkan, sosialisasi diri sementara gencar dia lakukan, baik lewat brosur maupun baliho-baliho yang sudah tersebar di wilayah MBD. ”Brosur pertama saya itu memuat visi misi yang saya tawarkan kepada masyarakat MBD. Juga ada sedikit profil di situ. Brosur kedua lebih spesifik lagi terkait profil saya. Saya juga sudah pasang baliho di kecamatan-kecamatan di MBD,” papar dia.

Sosialisasi gencar dilakukannya, tandasnya lagi, karena dirinya yakin penuh bahwa partai politik dalam menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk direkomendasi tetap berpatokan pada hasil survey.
”Kalau mau dibilang, khusus bakal calon wakil bupati MBD, mungkin hanya saya yang sudah terlibat langsung dalam mensosialisasikan diri ke masyarakat. Saya beberapa kali ke sana dan memastikan itu,” klaim dia lagi. Soal partai politik, Utha juga menambahkan bahwa dia sudah selesai mendaftar di PDI-P. Minggu depan, dia akan mengembalikan berkas ke Partai Gerindra. ”Saya juga akan mendaftar di Hanura maupun Partai Demokrat. Memang saya awalnya sudah ambil formulir di Partai NasDem, tapi karena ada sedikit masalah teknis, saya tidak mengembalikan berkas. Saya pikir, karena hanya bakal calon bupati, cukup tiga atau empat partai saja saya mendaftar,” demikian Utha Kabalmay. (NAM)

|| Baca edisi pagi Harian Rakyat Maluku, dan terus ikuti perkembangan informasi update rakyatmaluku.com

------ ======================

Berita Populer

To Top