NASIONAL

Belum Ada Putra Maluku Yang Layak Masuk Kabinet

RAKYATMALUKU.COM – ALASAN Presiden RI, Joko Widiodo (Jokowi) tidak mengakomodir orang Maluku masuk dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019 -2024 ternyata lantaran belum ada sumberdaya manusia yang memadai.

Hal tersebut diakui oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy saat dikonfirmasi wartawan terkait pertemuan internal antara Presiden RI Jokowi bersama Gubernur Maluku, Murad Ismail dan sejumlah kepala daerah Kabupaten/Kota yang berlangsung di Santika Hotel, Senin 28 Oktober 2019.

Walikota mengaku, dalam rapat bersama tersebut, presiden jelas-jelas mengatakan telah berhasrat untuk menempatkan salah satu perwakilan Maluku untuk masuk dalam anggota kabinet. Namun, presiden juga mengaku bahwa hingga saat ini belum menemukan siapa orang yang bisa dimasukkan sebagai anggota dalam kabinet Indonesia Maju periode 2019 – 2024.

“Pak presiden mengaku berhasrat untuk tempatkan orang Maluku dalam Kabinet, tapi beliau belum temukan siapa orangnya,” kata Walikota, Selasa 29 Oktober 2019.

Menurut Walikota, pernyataan Presiden RI itu merupakan satu keinginan besar. Dengan aspirasi yang disampaikan Gubernur Maluku, itu telah direspon secara langsung oleh Prediden RI, Joko Widodo.

Kata Walikota, Jokowi juga mengakui bahwa jika dalam perjalanan kemudian, telah ditemukan siapa wakil dari Maluku yang beliau (Presiden.red) menganggap memenuhi persyaratan, maka akan direkrut masuk dalam anggota kabinet Indonesia Maju.

Presiden juga memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi Maluku. Presiden memberikan perhatian serius menyangkut Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang diperjuangkan pemerintah Provinsi Maluku.

“Beliau bilang, ini kan yang membuat pak Gubernur ribut sama Susi Pudjiastuti. Nanti kita (Pempus) lihat kedepan masalah LIN itu. Itu kata pak Presiden. Jadi perhatian Presiden itu cukup besar sekali, sehingga kita harus mengapresiasinya,” tandas Walikota. (SAH)

| Baca berita edisi pagi Rakyat Maluku dan rakyatmaluku.com

------ ======================

Berita Populer

To Top