Politik

Bursel Harus Dibangun Terintegrasi dan Terinterkoneksi

ADA yang menarik dalam penyampaian visi-misi kandidat bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Buru Selatan periode 2020-2025 yang digelar DPW NasDem Maluku di Pacific Hotel, Selasa, 5 November 2019.

Di antara tawaran visi-misi dan program kerja 11 kandidat balon Bupati, sangat relevansi menjawab kebutuhan kolektif tuntutan masyarakat Buru Selatan saat ini adalah gagasan pembangunan terintegrasi dan terinterkoneksi yang ditawarkan kandidat Bakal Calon Bupati Buru Selatan Muhammad Mukaddar, S.Ag., MA.Pd. Belum lagi program unggulannya untuk mengentaskan kemiskinan tanpa APBD.

Dalam penyampaian visi-misi itu, Muhammad Mukaddar mengatakan, pembangunan berkelanjutan sedianya bisa memanfaatkan kemajuan teknologi. Sebab, gempuran teknologi informasi di era industrial 4.0 ini, tak bisa lagi dihindari.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan kepala daerah yang memiliki semangat kreatifitas tinggi, inovatif guna memanfaatkan segala daya baik informasi dan apapun yang bisa digunakan untuk mengembangkan Kabupaten Bursel kedepan.

Mukaddar berkomitmen menjadikan Kabupaten Buru Selatan sebagai kabupaten yang maju dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal, budaya serta kultur masyarakat, jika NasDem mempercayai dan memberikan surat sakti itu kepada dirinya sebagai kandidat balon bupati. “Melihat kondisi saat ini maka untuk kemajuan Buru Selatan kedepan, pola pembangunannya harus terintegrasi dan terinterkoneksi sehingga tidak bersifat parsial, separuh di sini dan separuh di sana,” ujar Mukaddar.

Gagasan pembangunan yang direncanakan kata Rektor Iqra Buru itu, bukan didorong atas kemauan bupati pribadi. Tetapi rangkaian program unggulan diciptakan untuk mendorong pembangunan infrastruktur sehingga tanpa ada bupati di daerapun seluruh infrastruktur dapat berjalan.

Menurutnya, kendala transportasi merupakan salah satu persoalan krusial yang saat ini dihadapi seluruh masyarakat Buru Selatan. Untuk menjawab keluhan ini dibutuhkan kepekaan dari pemerintah kabupaten. Pada prinsipnya keluhan masyarakat itu erat kaitannya dengan prinsip prinsip pelayanan dan mempercepat rentang kendali.

“Makanya jika dipercayakan oleh masyarakat Buru Selatan untuk menjadi bupati periode 2020-2025, sebagai solusinya saya akan bangun atau menempatkan kantor-kantor perwakilan di daerah sehingga urusan dengan pelayanan, masyarakat tidak perlu lagi datang atau mengeluarkan biaya ke kota kabupaten. Cukup dilayani di tempat. Pada saat yang sama kita juga tetap mendorong sehingga seluruh transportasi bisa bergerak,”ujar putra daerah Kabupaten Bursel ini.
Pria kelahiran Desa Wailikut, Kecamatan Waisama itu mengatakan, era industri 4.0 menjadi solusi. Karena informasi dapat mendekatkan yang jauh.

“Kita tahu bersama Teknologi 4.0 adalah menggabungkan manusia, mesin dan data. Sehingga kalau semuanya sudah terintegrasi maka yang jauh lebih dekat, dan yang dekat semakin akrab,” katanya.

Ia lalu mengakui, potensi sumber daya alam (SDA) di kabupaten berjuluk Lolik Lalen Fedak Fena itu cukup menjanjikan. Namun untuk mengelolanya secara mandiri dibutuhkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Pasalnya, jika terkendala keterbatasan SDM, maka kehadiran investor juga sangat dibutuhkan. “Tentu pengelolaanya harus sesuai dengan langkah dan aturan yang berlaku,” akui Mukaddar.

Diungkapkan, peningkatan sumber daya manusia menjadi bagain dari program unggulannya.”Saya ini seorang ahli pendidikan. Saya tahu betul bagaimana mendesain sistem pendidikan bermutu dan berkualitas. Bahkan saya punya program yang mungkin tidak dimiliki kandidat lain. Akan saya terapkan ketika dilantik sebagai Bupati Buru Selatan periode 2020-2025,” ungkap Mukaddar.

Ia melanjutkan, ketika amanah itu diberikan masyarakat, maka ia akan membentuk super tim. ”Yang dimaksud super tim itu, di dalamnya terdapat orang-orang berkualitas, memiliki integritas, berfikir kreatif dan inovatif. Nah, semua itu harus dimulai dari pimpinan. Kalau pimpinan menjadikan dia sebagai figur kreatif dan inovatif tentu menjadi lokomotif menarik gerbong seberapa panjangpun,” tambah Muhammad Mukaddar.

Mukaddar yang sudah mendaftar di Partai NasDem, PDIP dan PAN itu mengaku, dirinya maju selain atas keinginan untuk membangun tanah kelahirannya, juga atas dorongan dan permintaan masyarakat Buru Selatan yang berkeinginan Bursel kedepan dipimpin orang berkualitas, punya integritas dan komitmen membangunan. ” Nanti pada tanggal 10 November 2019 saya juga akan mendaftar di Partai Golkar, PPP termasuk Demokrat dan Gerindra,”tutup Mukaddar. (CIK/ADV)

------ ======================

Berita Populer

To Top