Politik

Fatlolon Puji Dahoklory Saat Penyampaian Visi-Misi Balon di NasDem

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) periode 2020-2025, Wunuhalono H. E. D. Dahoklory dapat nilai plus dari Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon, selaku panelis dalam penyampaian visi-misi bakal calon wakil Bupati MBD di Partai NasDem yang berlangsung di Pacific Hotel, Selasa 5 November 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Wunuhalono H. E. D. Dahoklory yang merupakan satu-satunya kaum perempuan yang ikut dalam kontestasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) MBD itu menyampaikan visi Mewujudkan MBD Yang Sejahtera berbasis Potensi Lokal.

Sementara misi Srikandi asal Kisar kabupaten MBD, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, mewujudkan peningkatan kapasitas SDM yang berkualitas, mandiri dan profesional, serta mewujudkan pengelolaan potensi lokal yang optimal, berkelanjutan dan berdaya saing.

Pantauan Rakyat Maluku, dalam pemaparan materi visi dan misi Bakal Calon, Dahoklory mampu menarik simpatik para panelis, dengan menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan para penalis, terkhusus Bupati KKT, Petrus Fatlolon.

Petrus Fatlolon selaku Panelis menyampaikan closing argumen saat menguji Dahoklory mengatakan, tertarik untuk berpasangan dengan Dahoklory pada periode kedua nanti andaikan KKT dan MBD masih tergabung jadi satu Kabupaten. “Wunuhalono Dahoklory, andai KKT dan MBD masih bersatu, saya pada periode kedua memilih anda jadi wakil saya,” ungkap Petrus Fatlolon.

Dalam pemaparan visi misi, Dahoklory menyampaikaan, Secara geografis Maluku Barat Daya merupakan kabupaten yang pulau-pulaunya terpisah dengan laut. Hal ini merupakan salah satu sumber dari beberapa
problematika yang ada di kabupaten MBD.

Sebagai Kabupaten yang baru saja mekar, masyarakat Maluku barat daya selalu merindukan Kesejahteraan dalam segala lingkup kehidupan. Dimulai dari Pelayanan Pemerintahan dan pembangunan yang berkaitan erat dengan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat MBD.

Hal yang tak kalah penting juga mencakup pelayanan Infrastruktur wilayah yang masih sangat terbatas diantaranya transportasi penghubung dari pulau yang satu ke pulau yang lain, ketersediaan air bersih, jaringan kelistrikan, prasarana pemukiman dan sistem infirmasi komunikasi yang masih sangat sulit diperoleh masyarakat yang ada di pelosok Kabupaten MBD. “Itu yang harus mendapat perhatian penting demi menjawab kepentingan masyarakat disana,” tutur Dahoklory.

Menurut dia, kualitas pelayanan pendidikan pun menjadi masalah yang cukup signifikan, karena akan berdampak langsung pada ketersediaan jumlah angkatan kerja, jumlah tenaga kerja dan jumlah pengangguran yang tidak seimbang sehingga mengakibatkan MBD dikategorikan sebagai Penyumbang kemiskinan terbesar di Propinsi Maluku.

Intensitas pelayanan kesehatan yang tidak adil dan merata juga akan menyebabkan meningkatnya angka kematian bayi yang disebabkan oleh asupan Gizi ibu dan janin yang tidak memadai yang pada dasarnya semua ini akan memberi dampak pada kualitas sumberdaya manusia yang dihasilkan. Dengan demikian Peran perempuan sebagai Ibu yang bertanggung jawab sangat diperlukan sehingga kaum perempuan di MBD harus diberdayakan dan dapat berdiri setara dengan kaum Pria. “Kondisi Problematika yang kompleks ini memicu saya sebagai anak MBD untuk turut ambil bagian secara aktif dan positif dalam berkontribusi dan melakukan yang terbaik bagi kemajuan, kesejahteraan dan masa depan masyarakat MBD,” tegas dia. (SAH/ADV)

------ ======================

Berita Populer

To Top