--
Lasqi Nasional XXIV 2019

Wamenag RI Buka Pemilihan Duta Qasidah ke-24 di Ambon

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- WAKIL Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Sa’adi membuka secara resmi kegiatan Pemilihan Duta Qasidah ke-24 Tahun 2019 yang diselenggarakan di lapangan Tahapary Tantui, Kota Ambon, Senin 25 November 2019.

Acara pembukaan Pemilihan Duta Qasidah ke – 24 Tahun 2019 di Ambon itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI), Tarmizi Tohor. Tecatat ada 29 kontingen se-Indonesia yang menjadi peserta.

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya berharap, musik dapat menjadi pengikat bagi rakyat Indonesia untuk menjaga identitasnya sebagai masyarakat tanah air yang kaya akan keberagaman, baik suku, agama, adat, bahasa dan budaya.

Identitas kebudayaan atau yang menjadikan Indonesia bisa dibangun melalui musik yang diterjemahkan dalam bahasa agama dan harusnya menjadi relefan serta tidak ada kata usang, karena musik merupakan anugerah terindah dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa. “Ini harus terus kita kembangkan. Kita eksplor sehingga menjadi suatu kekuatan yang bisa mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai keberagaman, kebhinekaan dan ke-Indonesia-an,” ujar Wamen.
Pihaknya berharap, seni yang kali ini dilombakan dalam festival seni dan qasidah tahun 2019 bisa terus mengikuti perkembangan zaman. Di mana nilai-nilai seni qasidah itu harus dikembangkan melalui kolaborasi dengan alat musik modern.

Selain itu, nilai-nilai tradisi harus dipertahankan agar menjadi kekuatan dari seni qasidah itu sendiri. “Pada kesempatan kali ini di Kota Ambon Manise akan digelar festival dengan cabang yang masih mempertahankan keasliannya. Untuk itu, saya memberikan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada LASQI di bawah kepemimpinan bapak Tarmizi Tohor yang telah menggelar festival tingkat nasional di Kota Ambon dengan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon,” tuturnya.

Dia juga berharap agar LASQI dapat terus berjuang serta bersinergi dengan pihak-pihak terkait agar syiar dari kesenian qasidah ini terus berkumandang di Nusantara. Atas nama Pemerintah RI melalui Kementerian Agama ia berharap, fesival pemilihan duta qasidah tingkat nasional ke-24 tahun 2019 tidak hanya sekedar berkompetisi saja, melainkan dijadikan sebagai arena silaturahim dalam mengekspresikan nilai qasidah yang penuh dengan berkah. “Dengan begitu, kecintaan terhadap seni qasidah semakin tercermin dalam perilaku kita tentang kesantunan dan etika dalam kehidupan,” tandasnya.

Ketua Umum DPP LASQI, Tarmizi Tohor dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, pelaksanan kegiatan pemilihan duta qasidah tingkat nasional ke-24 tahun 2019 di Kota Ambon ini dalam rangka mengembangkan roda organisasi LASQI itu sendiri.

Menurutnya, ada dua hal yang dapat dipetik dalam penyelenggaraan ini, yakni mewujudkan jalinan silaturahin ukhuwa yang dapat mempererat sanad persaudaraan, persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, sebagai ruang ekspresi dan tolak ukur capaian prestasi selama seni qasidah dan seni musik Islam lainnya terus ditekuni. “Tentu saja hal yang penting dan utama adalah memperkokoh ukhuwa kita dalam berorganisasi dan di dalam lingkup yang lebih luas memperkuat cita rasa nasionalisme kita dalam berbangsa dan bernegara,” kata Tarmizi Tohor.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi Maluku, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno mengatakan, ditunjuknya Kota Ambon sebagai tuan rumah penyelenggara, selain merupakan kehormatan dan kebanggaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan kepada dunia bahwa masyarakat Maluku adalah komunitas dunia yang memiliki jiwa seni budaya yang tinggi yang menjangkau banyak aspek kehidupan termasuk keagamaan .

Menurtnya, itu sebabnya, Kota Ambon mendapat pengakuan dari organisasi PBB bidang pendidikan keilmuan dan kebudayaan dunia (UNESCO) sebagai City Of Music atau Kota Musik Dunia.

Kata Orno, kesadaran masyarakat Maluku untuk hidup toleransi bukan lahir dari sebuah rekayasa sosial, melainkan mekanisme alamiah dengan cara berperilaku dan pergaulan sosial masyarakat sehari-hari. “Kami memiliki ikatan kekeluargaan warisan para leluhur sejak dulu kala sebagaimana tercermin dalam budaya Pela-gandong, Aini-ain, Kalwedo, Kidabela, Masohi dan lain sebagainya yang dimiliki oleh tiap-tiap daerah dengan istilah yang berbeda, namun semangatnya sama yakni kekeluargaan, kebersamaan dan toleransi,” tandasnya.

Atas nama pemerintah daerah dan Rakyat Maluku, Onro menyampaikan siap untuk mensukseskan perhelatan pemilihan duta qasidah ke 24 tingkat Nasional tanhun 2019, di mana momentum ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa masyarakat Maluku mendukung sepenuhnya terciptanya masyarakat indonesia yang penuh toleransi menghargai perbedaan sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa. “Atas nama pemerintah provinsi Maluku, masyarakat Kota Ambon dan masyarakat Maluku pada umumnya, saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Agama atas kepercayaan Kota Ambon sebagai tuan rumah,” tandas Orno. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top