Lasqi Nasional XXIV 2019

Maluku Miniatur Kerukunan di Indonesia

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, H. Zainul Tauhid Sa’adi, M.Si, mengakui, Provinsi Maluku merupakan miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia. Bahkan, lewat Maluku, Indonesia telah menjadi salah satu contoh untuk kerukunan umat beragama bagi negara-negara di dunia. Sebab itu, Maluku dapat dijadikan sebagai contoh untuk membangun kerukunan umat bagi provinsi lainnya di Indonesia. Demikian diungkapkan Wamenag RI, dalam acara silahturahim bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Maluku yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kemenag Maluku, Senin, 25 November 2019.

Ia mengungkapkan, banyak negara-negara di dunia datang ke Indonesia untuk belajar tentang Islam Wasathia atau Islam Moderat. Islam yang rahmatan lil alamin. Salah satu diantaranya adalah para ulama-ulama Afganistan. Mereka bahkan kaget dengan jumlah penduduk kurang lebih 260 juta jiwa dan hampir 90 persennya adalah Umat Islam tetapi tingkat kerukunan di negara ini sangatlah luar biasa. “Mereka bahkan mengaku di Afganistas hanya terdapat 7 etnis namun hingga saat ini tidak bisa hidup rukun,” ujar Wamenag.

Dijelaskan, Bangsa Indonesia berdiri dan terbentuk sesuai kesepakatan bersama berdasarkan filosofi Pancasila dan landasan konstitusi negara yakni Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 namun tidak terlepas dari sisi nilai-nilai agama.

Dalam konteks inilah, keberadaan Kementerian Agama dengan segala perangkatnya diberi tugas dan pegangan agar mendukung dan mendorong serta memasyarakatkan pesan-pesan agama dimanapun dan sampai kapanpun sehingga tetap menjadi ruh dari sikap dan prilaku masyarakat Indonesia. “Setiap agama sudah dipastikan memiliki panduan tentang prinsip mengajarkan bagaimana setiap kita bisa hidup bersampingan dengan rukun, damai, penuh persaudaraan, penuh kekeluargaan sehingga setiap perbedaan itu bisa ditepis baik perbedaan keyakinan, sosial ekonomi termasuk perbedaan pilihan politik,” kata Wamenag.

Menurutnya, agama dengan kemuliaan nilai-nilainya selalu menganjurkan pemeluknya memiliki keluhuran budi pekerti yang dapat mengajak kepada kehidupan sehari-hari karena disitulah agama senantiasa memberikan pesan damai mengajarkan nilai kebaikan dan nilai kemuliaan. “Jangan sampai nilai-nilai agama itu dihancurkan dengan prilaku yang mengatasnamakan agama tapi hakikatnya demi kepentingan politik, kekuasaan dan kepentingan kepentingan yang tidak sesuai dengan keluhuran nilai agama.”

Dia menegaskan, bangsa Indonesia telah bersepakat bahwa Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa dan negara. Kesepakatan yang diwarikan para pendiri bangsa ini harur terus dipelihara.”Tugas kita adalah menjaga dan merawatnya. Tidak boleh satupun kelompok yang ingin mengingkari bahkan melepaskan diri dari kesepakatan -kesepakatan yang sudah dibangun Bangsa ini. Kita diwasiatkan agar tetap tunduk pada nilai-nilai kesepakatan itu,” tegas dia.

Mantan anggota DPR RI kurang lebih 17 Tahun itu berharap, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama ikut berkontribusi agar nilai-nilai agama tetap memberikan warna bagi umat masyarakat. Apalagi dalam menghadapi perubahan diera revolusi Industri 4.0 saat ini.”Kita semua menyadari betapa pentingnya, nilai-nilai agama terhadap nafas kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai ASN, Kemenag kalian diberikan kepercayaan untuk mendriver pesan-pesan agama agar terus menjadi panduan yang menjiwai pembangunan bangsa dan negara,” harap Wamenag.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku, Fesal Musaad dalam sambutannya mengungkapkan, Maluku punya sejarah pahit ketika konflik Tahun 1999. Namun konflik tak menyurutkan semangat orang basudara di Maluku untuk kembali hidup rukun, penuh kekeluargaan yang dibungkus dengan semangat pela gandong.”Ditahun 2018 kemarin indeks kerukunan Maluku berada pada rengking 3,” ungkap Kakanwil.

Semangat hidup orang basudara dalam bingkai kerukunan umat beragama di daerah ini juga telah terbukti dan teruji atas terselenggarannya event-evenet nasional keagamaan. Mulai dari MTQ, Pesparawi, Pesparani. Seluruh masyarakat antusias terlibat bahu membahu mensukseskan penyelenggaraanya.”Nanti pada Tahun 2020 Maluku juga menjadi tuan rumah Utswa Dharma Gita (UDG),” tutup Kakanwil.(*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top