Kongres GMNI XXI

Hasil Kongres GMNI di Hotel Amaris Ambon Ilegal

NUS KARLELY | Wakil Ketua Bid. Hubungan Antar Lembaga DPP GMNI

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Hasil Kongres XXI Kemaritiman Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesian (GMNI) yang digelar Ketua Umum (Ketum) DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Clance Teddy, di Hotel Amaris Kota Ambon pada Senin, 2 Desember 2019 malam, adalah kongres yang inkonstitusioal atau ilegal.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP GMNI Nus Karlely, kepada koran ini di arena kongres Gedung Kristian Center Kota Ambon, Selasa, 3 Desember 2019 dini hari.

Menurutnya, kongres yang legal adalah kongres yang dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara, di Gedung Islamic Center Kota Ambon pada 28 November 2019, dan agenda sidang-sidang pleno hingga penutupan berlangsung di Gedung Kristian Center sejak 29 Oktober 2019 hingga selesai.

Hal itu, lanjut Karlely, sebagaimana hasil rapat pleno DPP GMNI, dimana DPP GMNI periode 2017-2019 kepemimpinan Robaytullah Kusuma Jaya selaku ketum dan Clance teddy selaku sekjen, telah membentuk Badan Pekerja Kongres XXI GMNI melalui Rapat Pleno DPP GMNI, dan mengeluarkan SK pada 4 Agustus 2019.

“Jika kembali pada hasil rapat pleno DPP GMNI dan Badan Pekerja Kongres, maka saya tegaskan bahwa hasil Kongres XXI Kemaritiman GMNI yang berlangsung di Hotel Amaris Ambon adalah kongres yang inkonstitusioal atau ilegal,” tegas Nus Karlely.

Ia menjelaskan, hasil Kongres ilegal yang berlangsung di Hotel Amaris Ambon itu bermula ketika sidang-sidang Pleno V dengan agenda pemilihan pimpinan sidang pleno terdapat interupsi dari peserta kongres, terkait beberapa cabang yang dilarang masuk dalam ruang persidangan. Sebab, beberapa cabang tersebut mengantongi SK DPP yang dikeluarkan oleh ketum dan sekjen secara sepihak dengan status definitif.

Padahal cabang tersebut belum layak definitif. Oleh karena itu DPP memutuskan membetuk tim yang salah satu timnya adalah Bung Clance Teddy, namun yang bersangkutan tidak melaksanakan tugasnya, melainkan memaksakan kehendak memasukan cabang tersebut mengikuti kongres.

“Jadi otak dibalik kongres ilegal yang digelar di Hotel Amaris Ambon itu adalah Ketum DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya dan Sekjen Clance Teddy. Dimana rata-rata perwakilan DPD/ DPC sebagian besar mengantongi SK bodong. Sedangkan kongres yang sah digelar di Kristian Center itu terdiri dari 72 DPC definitif, 7 DPD definitif, 16 DPC carteker dan 2 DPD carteker,” ungkap Karlely.(RIO)

------ ======================

Berita Populer

To Top