PRO PILKADA

Kotak Kosong di Pilkada Kemunduran Demokrasi

RAKYATMALUKU.COM – UPAYA para incumbent untuk menggunakan medote memborong seluruh rekomendasi partai politik untuk memuluskan kemenangan di Pemilihan Kepala Daerah dinilai sangat merugikan rakyat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Anos Jeremias mengatakan, cara memborong rekomendasi partai politik itu mengancam pembangunan sistem demokrasi di Indonesia.

Rakyat sebagai kuasa utama untuk menentukan siapa yang berhak menjadi pemimpin mereka di kabupaten melalui kepala daerah bahkan tidak berdaya.

Sebab, tidak ada pilihan lain yang akan mereka pilih sesuai hati nurani selain satu pasang vigur saja. “Jangan minta kosong, wacana kotak kosong itu kemunduran demokrasi, kalau ada incumbent yang mewacanakan kotak kosong itu kemuduran demokrasi,” ujar Anos kepada wartawan di ruang kerjanya, pekan kemarin.

Incumbent kepala daerah yang akan bertarung kembali di Pilkada 2020 mestinya membiarkan orang lain untuk menghadapinya, tidak perlu membatasi lawan tanding dengan cara memborong seluruh rekomendasi partai politik.

Menurut Anos jika dia merupakan kandidat petahana di Pilkada, maka dia akan membiarkan siapapun untuk melawannya dan seluruh putusan diserahkan kepada rakyat. “Kalau saya incumbent, ya berhadap-hadapan saja. Supaya rakyat tau siapa yang terbaik. Tapi ini (kotak kosong) kan tidak ada pilhan,” akuinya.

Kotak kosong juga mengkebiri rakyat, rakyat tidak diperdayakan dengan baik, dan tidak ada pendidikan politik yang sehat, rakyat hanya disuguhi satu calon saja walaupun sebenarnya calon tersebut buruk kinerjanya. “Mestinya berhadap-hadapan saja, supaya ada jualan (visi-misi) disana, rakyat akan memilih antara yang baik dan buru. Tapi kalau kotak kosong tidak ada pilihan lain. Ya ini seperti kita kehausan ditengah hutan, ada sebuah telaga kita tidak tau telaga itu, kotor, jernih ataukah bersih, kita tetap meminumnya saja, kalau tidak kita yang mati. Kan begitu, jadi berikanlah rakyat memilih,” ujarnya. (ARI)

------ ======================

Berita Populer

To Top