--
OLAHRAGA

Maluku Digagalkan Malut Via Undian

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- LAGA akhir Grup VII kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX cabang sepakbola putra antara Maluku versus Maluku Utara berakhir ricuh. Meskipun kericuhan itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun ikut mengganggu proses penutupan Pra PON cabang sepakbola yang dipanggungkan di Stadion Mandala Remaja Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin 9 Desember 2019 itu.

Pertandingan krusial itu berlangsung dalam tensi panas di tengah sengatan mentari yang menyinari Stadion Mandala Remaja Karang Panjang, Ambon, Maluku, di mana kick off pukul 15.30 waktu setempat. Di laga hidup mati itu Maluku yang bertindak sebagai tim tamu lebih dulu membuka keran gol di menit ke-33 melalui Muhammad Zidane Pattiiha yang mengonversi bola liar hasil tangkapan penjaga gawang Maluku Utara Andrian Hadi Daud di dalam kotak terlarang tuan rumah.

Pemain-pemain Maluku berupaya menambah pundi-pundi gol melalui serangan bertubu-tubi ke jantung pertahanan Maluku Utara yang dijaga ketat Abdul Yasin Saleh, Rizal Hehalatu, Supardi Abdulah, dan Ikbal Fabanyo. Menyusul pelanggaran terhadap Fikram Fahrit Nasela di luar kotak penalti tuan rumah, bola sepakan jarak jauh Muhammad Buyung Ismu Lessy masih membentur mistar gawang dan kepala penjaga gawang Andrian Hadi Daud dan keluar meninggalkan lapangan hijau.

Dengan membangun pertahanan kokoh, Maluku Utara mampu meredam serangan bergelombang yang dibangun Laskar tempur ’’Pattimura Muda’’,sebutan Maluku. Sebuah blunder yang dilakukan penjaga gawang Maluku Andhika Aryadi Tuasalamony nyaris berbuah petaka di gawang yang dikawalnya. Bermaksud mengoper bola ke rekannya, tendangan Tuasalamony berhasil dicegat pemain Maluku Utara yang terburu-buru melepaskan tendangan sehingga kembali dipeluk erat Tuasalamony. Selamatlah gawang Maluku dari ancaman kebobolan. Kedudukan 1-0 bertahan sampai jeda turun minum.

Masuk babak kedua pemain-pemain Maluku Utara mulai menemukan pola permainan mereka yang sesungguhnya dengan pola permainan satu dan dua kali sentuhan dari kaki ke kaki. Pasukan tempur ’’Molokku Kie Raha’’, julukan Maluku Utara, berupaya bangkit dan menyerang markas pertahanan Maluku yang dikawal Muhammad Yusran Rumadaul, Abdul Razak Patiiha, Abdulah Mony dan Zulkifly Malawat. Alhasil, melalui sebuah operan langsung Risal Hehalatu ke rusuk pertahanan Maluku sukses dimanfaatkan dengan baik oleh Sunawan Rusni setelah dia dengan cepat memanfaatkan kesalahan koordinasi barisan pertahanan Maluku.

Gol tercipta itu merupakan kesalahan barisan pertahanan Maluku yang ragu-ragu menendang bola. Kedudukan berubah 1-1. Setelah bermain imbang, pemain-pemain Maluku Utara mulai bermain kasar. Beberapa kartu kuning akhirnya diberikan wasit Tomy Mangopa dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyusul pelanggaran keras pemain-pemain Maluku Utara terhadap pemain-pemain Maluku. Sejumlah pemain Maluku Utara tak menerima keputusan wasit yang kerap memberikan hukuman atas pelanggaran keras pemain-pemain Maluku Utara. Tak hanya pemain, pelatih Maluku Utara Rahmat Poci Rivai juga melancarkan protes dari luar lapangan. Sayangnya Poci tak dikartu kuning seperti yang dialami pelatih Papua Barat Metusala Duaramury di laga Maluku dan Papua Barat pada Rabu 5 Desember lalu.

Sebagai bentuk protes terhadap sikap aneh Poci, beberapa pendukung Maluku akhirnya melempari bench Maluku Utara dengan botol berisi air mineral. Petugas keamanan pun berupaya menenangkan pendukung fanatik Maluku. Kedudukan imbang bertahan sampai wasit Mangoppa meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga hidup mati tersebut. Bagi sebagian besar pendukung Maluku mereka mengira hasil imbang di babak normal 2×45 menit akan dilanjutkan dengan tambahan waktu 2×15 menit.

Ternyata konfirmasi Panitia Penyelenggara adalah laga itu bukan dilanjutkan dengan tambahan waktu, akan tetapi dengan undian berdasarkan petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan Pengurus Besar (PB) PON XX/2020 mengingat kedua tim memiliki poin sama, dan selisih gol sama. Sialnya, saat mengambil undian itu, Maluku Utara akhirnya lolos ke PON 2020 Papua dan menyingkirkan obsesi Maluku. Pelatih Maluku Rifai Lestaluhu dan anak-anak besutannya hanya terdiam dan duduk menangis di samping lapangan. Mereka tak menyangka hanya melalui undian Maluku gagal ke PON Papua.

Tak sampai lima menit puluhan pendukung Maluku kemudian melancarkan protes dan melempari perangkat pertandingan dan bench Maluku Utara dengan botol-botol air mineral. Aparat keamanan sempat kewalahan menenangkan pendukung Maluku yang tidak menerima dengan lapang dada hasil pengundian tersebut. ’’Kalau model bagini sepakbola Indonesia tidak akan maju. Bubarkan PSSI saja,’’ teriak para pendukung Maluku di bawah terbin penonton utama di mana Kapolda Maluku Royke Lumowa juga ikut menyaksikan laga krusial bagi Maluku. Berdirilah Rahman Latuconsina membacakan regulasi PB PON cabang sepakbola.

Sehabis membacakan regulasi PB PON, pendukung Maluku juga menyoraki panpel. ’’PSSI Maluku bikin apa saja. Karja par cari untung saja,’’ teriak mereka lagi. ’’Seharusnya regulasi ini sudah dikasih tahu kepada masyarakat. Jangan pakai cara begini. Regulasi ini bisa bikin orang baku bunuh, apalagi di grup ini cukup berat,’’ protes Ruswan Rumadaul, salah satu pendukung Maluku.

Tak terima dituding bukan-bukan Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Maluku Sofyan Lestaluhu angkat bicara. Mengambil mike dari panpel, Sofyan menegaskan pada prinsipnya pihaknya dan masyarakat Maluku sama-sama mengingingkan tim Maluku lolos ke PON 2020 di Papua, tetapi fakta di lapangan berkata lain. ’’Saya menghargai basudara samua yang sudah datang meluangkan waktu menonton pertandingan ini. Kita semua punya harapan yang sama agar Maluku bisa lolos ke PON Papua, tetapi kita juga harus berjiwa besar menerima kekalahan dengan lapang dada. Ingat, Maluku Utara juga saudara-saudara kita juga,’’ tekan Sofyan.

Asprov PSSI Maluku, tegas Sofyan, hanya menjalankan dua fungsi, yakni sebagai operator dan regulator. ’’Sebagai operator tugas PSSI adalah menyelenggarakan kompetisi termasuk Pra PON ini, dan sebagai regulator PSSI menjalankan aturan yang sudah ditetapkan dari PSSI. Mari kita bergandeng tangan dan membangun lagi semangat pembinaan agar ke depan Maluku bisa berlaga di PON-PON selanjutnya,’’ tutup mantan Sekjen Asprov PSSI Maluku itu. (ROS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top