KABUPATEN MBD

RAKYATMALUKU – MBD,- JEMAAT Gereja Protestan Maluku (GPM) Kahilin, Kecamatan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) boleh sedikit lega hati karena diringankan dalam pembangunan gedung gereja yang representatif.


Bagaimana tidak, Minggu, 19 Januari 2020 kemarin, pada ibadah Minggu, jemaat yang warganya berpenghasilan di bawah rat-rata bahkan boleh dikata terbatas dalam semua akses penunjang ini menerima bantuan dana untuk pembangungan gereja mereka dari Komunitas Wetar Peduli (Kontarli) Pimpinan Fredy Frits Maunareng sebanyak Rp150. 400.000.

Bantuan itu bersumber dari penghimpunan dana melalui platform Yayasan Kita Bisa sebanyak 133.000.000 dan sumbangan sukarela yang berasal dari sumbangan organisasi keagamaan dan penjualan souvenir.

Sumbangan organisasi keagamaan sebesar Rp.13.750.000 dan sisahnya dari sumbangan souvenir baju kaos bersablon Fatu Loi dengan nilai Rp.3.650.000.

Ketua Kontarli, Fredy Frits Maunareng kepada koran ini melalui sambungan telepon menuturkan, Kontarli merasa simpati dengan perjuangan warga jemaat Kaihilin yang ingin membangun gedung gereja yang representatif naumn keterbatasan dalam pendanaan.

”Kami kemudian berinisiatif untuk menghimpun bantuan melalui Yayasan Kita Bisa dan ternyata mendapat sambutan yang cukup baik dari para donatur. Hal itu terbukti dengan dana yang terkumpul seratus juta rupiah lebih,” tandasnya.

Dikatakan, dana sebesar Rp150.000.000 itu diserahkan langsung kepada saudara Seblon Samalay sebagai bendahara panitia pembangunan gedung gereja disaksikan warga jemaat Kaihilin, dan Atalus Kappy dan Nefri Laimehariwa dari pihak Kontarli dalam kapasitas sebagai sekretaris dan bendahara.

”Di hadapan jemaat, disampaikan juga bahwa total donasi yang berhasil terkumpul itu tak sepeserpun masuk ke kas Kontarli karena sedianya ditujukan untuk pembangunan gedung gereja di Kaihilin yang terkatung-katung karena keterbatasan dana,” ujarya.

Ditambahkan, Kontarli berharap agar bantuan yang ada, sedikitnya bisa mengurangi tanggungan jemaat yang terus berikhtiar untuk memiliki gedung gereja baru.

Pendeta Ny. M Sapulete S.Si mewakili jemaat Kaihilin, kata Freddy, pada kesempatan itu menyampaikan banyak terima kasih kepada kepedulian Kontarli dalam pemberian bantuan itu.

”Di depan jemaat dan pihak Kontarli, ibu pendeta juga berharap agar beliau tidak dimutasikan sebelum diresmikannya gedung gereja baru yang sedang dibangun,” tambah Fredy pula.

Sementara itu, Jonathan Madiuw, salah satu putra Wetar yang juga Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar dan Lirang (P3WL) Ambon, menyampaikan banyak terima kasih kepada Komunitas Wetar Peduli yang telah menunjukan kepeduliannya terhadap persoalan-persoalan di Pulau Wetar termasuk pembangunan gedung gereja jemaat Kaihilin.

”Ini sangat luar biasa, Kontarli yang lebih banyak didominasi oleh kaum muda Wetar sudah melakukan sebuah pergerakan yang patut dicontohi oleh semua warga Wetar. Karena itu, saya patut menyampaikan rasa hormat dan banyak terima kasih,” ujarnya di Ambon, kemarin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah dengan rela memberikan sumbangan lewat Yayasan Kita Bisa dan sumbangan langsung lainnya untuk pembangunan gedung gereja tersebut.

Untuk diketahui, saat ini, warga jemaat Kaihulin beribadah di gedung gerja yang sangat sederhana, berdinding bambu dan beratapkan daun kelapa. Warga jemaat berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, mereka sudah bisa beribadah dan di gedung gereja yang representatif. (NAM)

------ ======================

Berita Populer

To Top