NEWS UPDATE

Kalapas Wahai Bantah Tahanan Tak Makan

RAKYATMALUKU.COM – MALTENG,- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Wahai, Mansur Namkatu membantah bahwa warga binaannya di Lapas Wahai tidak makan selama seminggu sebagaimana yang diberitakan koran ini beberapa waktu lalu. | Baca juga, Sepekan Tahanan Lapas Wahai Tak Makan

”Tidak benar itu. Kalau para tahanan tidak makan, pasti mereka sudah ngamuk. Jatah makan mereka tersedia pagi, siang maupun malam kok,” tandas Namkatu kepada Rakyat Maluku, Kamis, 9 Januari 2020 di Ambon.

Ia juga meluruskan, sejak dirinya tahun 2015 menjabat kepala di rumah tahanan pembantu yang telah dinaikan statusnya menjadi Lapas kelas III itu, jumlah tahanan hanya sedikit, kurang dari sepuluh orang sehingga memang anggaran untuk biaya pengadaan makanan bagi warga binaan tidak ditenderkan. Hanya diswakelola karena anggarannya tidak lebih dari Rp 200 juta. ”Baru di tahun 2020 ini ditenderkan karena jumlah tahanan sudah 34 orang. Ditenderkan resmi, dan CV. Maluku One yang memenangkan tendernya sebagai pelaksana,” ungkapnya.

Ia menuturkan, ketika ada pembirataan itu, dirinya sengaja membiarkannya karena apa yang disampaikan itu tidak benar. ”Saya sengaja membiarkannya sampai kepala devisi saya mengetahuinya, lalu meminta saya untuk mengklarifikasi, barulah saya menghubungi untuk memberikan keterangan klarifikasi,” kata Kalapas ini.

Ditambahkan pula, semua warga binaannya ikut menyesal kenapa sampai ada pemberitaan demikian. ”Mereka semuanya sampai membuat surat pernyataan dan ditandatangani bahwa tidak benar mereka tidak diberi sarapan sebagaimana yang diberitakan,” tambah dia.

Kendati begitu, Namkatu bersyukur bahwa ada pihak yang mengkritisi dirinya dalam melaksanakan tugas. ”Saya justeru bersyukur karena ada yang mengkiritisi saya dalam melaksanakan tugas sehingga kedepannya harus lebih baik lagi.. Tapi boleh di cek saja, pengelolaan lapas di Wahai sangat baik. Warga binaan di sana sangat nyaman. Buktinya banyak yang dari Geser justeru minta untuk dipindahkan ke lapas Wahai. Itulah yang menyebabkan saat ini jumlah warga binaan menjadi bertambah,” beber dia.

Namkatu juga mengungkapkan bahwa ia bahkan sempat berkorban menggunakan dana pribadi untu biaya makan warga binaan karena di akhir tahun 2019 kemarin, ada peningkatan jumlah warga binaan, sementara, di sisi lain, perimintaan tambahan anggaran tidak disetujui. Itu karena hal yang sama juga terjadi di lapas-lapas yang lain.

Soal menu makanan, Namkatu juga mengatakan bahwa pihaknya harus menyesuaikan dengan kondisi wilayah karena tidak mungkin standar nasional yang dipakai. ”Kita sesuaikan dengan kondisi wilayah, Intinya selama ini tidak ada keberatan, apa lagi penyesuaian itu justeru lebih diterima karena rata-rata selalu ada ikan segar yang disajikan. Kita di sana khan ikannya mudah didapat,” timpalnya. (NAM)

------ ======================

Berita Populer

To Top