NEWS UPDATE

Mabes Polri Keukeuh, IS Tersangka karena Bukti

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) tetap keukeuh bahwa penetapan IS, pemuda Kampung Renjani yang ditangkap Densus 88 Antiteror, November lalu di Halong, Kecamatan Baguala ditetapkan sebagai tersangka teroris karena sesuai bukti yang diperoleh.

mabes Polri sekaligus membantah membantah pernyataan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Adam Hadiba yang dimuat media ini pekan kemarin.

Melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Mabes Polri Brigjen Pol Prabowo Argo Yuwono, dikatakan penetapan seseorang sebagai tersangka, bukan asal-asalan. Itu melalui berbagai macam pertimbangan, salah satunya alat bukti. Karena bukti yang diperoleh polisi itu kuat, sehingga IS ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi, lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, telah bekerja profesional. Tidak seperti yang dulu-dulu yang terkesan menekan. Karena itu, apa yang disampaikan tidak benar. “Polisi itu sekarang sudah semakin maju, semakin profesional ya? Penetapans seseorang itu berdasarkan alat bukti ya? Jadi itu polisi sudah sudah profesional bekerja,” kata Argo Yunowo kepada Rakyat Maluku melalui selulernya, Minggu, 12 Januari 2020.

Ditanya kenapa IS dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Klas II.A Ambon di Waeheru, apakah Rutan Polda Maluku penuh? Pria kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 2 April 1968 lalu itu, enggan mengomentarinya.

Ia beralasan masih bersama Kapolri Jenderal Idham Azis. “Sebentar-sebentar, lagi dampingi Pak Kapolri, ya,” tuturnya sambil mematikan Handphone.

Untuk diketahui, IS telah ditetapkans ebagai tersangka dalam kasus terorisme. Penetapan pemuda itu berdasarkan surat nomor : B/5162/Res.6.1/XI/2019/Densus, tanggal 29 November 2019.

Demi kepentingan penyidikan, IS lalu dititipkan oleh Penyidik Densus 88 di Rumah Tahanan Negera (Rutan) Polri selama 120 hari, terhitung sejak 29 November 2019 sampai dengan 27 Maret 2020 mendatang, sebagaimana surat perintah penahanan nomor : SP.HAN/257/XI/2019/Densus, tanggal 29 November 2019.

Sebelumnya, Markas Besar Kepolisian Negera Republik Indonesia (Mabes Polri) mengungkap ditangkapnya terduga teroris Mo alias Ik alias IS. MO diringkus oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, pada Rabu, 20 November.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan kalau IS ditangkap di Jalan Wolter Mongonsidi. “Pada hari Rabu tanggal 20-11-2019 bertempat di Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, telah dilakukan penangkapan terhadap seorang terduga teroris a.n Ik alias IS oleh Densus 88 AT Mabes Polri,” ungkap Brigjen Argo kepada Rakyat Maluku via pesan elekronik, Selasa, 26 November 2019.

Setelah ditangkap, lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, tim Densus menuju tempat tinggalnya di Kampung Rinjani. Di rumahnya, Densus mengeledah seisi tempat tinggal terduga teroris itu dan menemukan buku-buku terkait teroris. Diamankan yang bersangkutan, sambung lelaki kelahiran Yogyakarta tersebut, berdasarkan informasi bahwa ia terpapar radikalisme. “Info yang didapat bahwa IS diduga terpapar sebagai teroris lewat medsos (media sosial). Setelah dilakukan penangkapan, selanjutnya tim menuju rumah yang bersangkutan di Kampung Rinjani, untuk lakukan pengeledahan. Dalam giat tersebut di amankan beberapa buah buku yang terkait dengan aksi terorisme,” jelasnya.

Pria kelahiran 2 April 1968 ini mengatakan, Densus 88 sampai saat ini masih mendalami dengan kelompok lain di Kota Ambon. “IS dalam kesehariannya bekerja sebagai tenaga kerja serabutan elektronik. Yang bersangkutan melayani panggilan bekerja di rumah-rumah warga untuk memperbaiki alat-alat elektronik yang rusak. Saat ini yang bersangkutan masih didalami soal kaitan afiliasinya dengan kelompok lain di Kota Ambon,” terangnya. (AAN)

------ ======================

Berita Populer

To Top