" >Mau Ditutup, PSP Tanjong Malah Bertambah – Rakyat Maluku
NEWS UPDATE

Mau Ditutup, PSP Tanjong Malah Bertambah

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Jelang penutupan lokalisasi prostitusi di kawasan Tanjung Batu Merah, jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Pekerja Seks Perempuan (PSP) justeru semakin bertambah.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, ketika sosialisasi rencana penutupan tempat lokalisasi Tanjong Batumerah, Ambon, baru-baru ini.

Diduga bertambahnya PSP di lokalisasi ini akibat terus terjadinya penundaan penutupan oleh pihak pemerintah. Awalnya Pemerintah Kota Ambon bersama Kementerian Sosial telah berkomitmen untuk melakukan penutupan lokalisasi tersebut pada akhir Desember 2019 kemarin. Namun kembali molor. Dikatakan penutupan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Panntauan Rakyat Maluku, ada belasan oknum PSP baru yang datang dari luar daerah dan diketahui menjajakan dirinya sebagai pekerja seks di lokalisasi itu. Kendati jumlah PSP bertambah, aktifitas atau jumlah pengunjung ke lokalisasi ini semakin menurun. “Iya benar ada beberapa orang perempuan yang baru datang disini lagi sebagai pekerja seks, tapi kita tidak tahu dari mana asalnya,” ujar warga di sekitar lokasi.

Warga merasa heran masih ada pekerja seks yang datang, sementara diketahui bahwa lokalisasi ini akan ditutup oleh pemerintah. Bahkan, dari informasi yang beredar bahwa dari kemensos sendiri yang akan langsung menutup lokalisasi tersebut. “Kami juga tidak tahu, apakah informasi penutupan lokalisasi ini sudah diketahui oleh PSK yang dari luar daerah atau tidak, sehingga masih saja ada yang datang. Padahal Pemkot juga sudah sosialisasi ini ke masyarakat disini,” tutur Watty salah satu warga.

Warga mengingatkan agar mereka yang baru datang tidak lagi didata oleh pemerintah untuk ditanggulangi proses pemulangannya kelak. Pejabat Negeri Batu Merah, Fenly Maswoy saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan PSP itu mungkin lantaran kepastian terkait penutupan lokalisasi prostitusi tersebut belum dapat terlaksana. ”Memang pemerintah kota sendiri sangat serius untuk melakukan penutupan. Bahkan berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari sosilisasi, bagaimana pola penanganannya, pemulangan PSP dan tanggungannya seperti apa, semua telah dilakukan,” ujarnya.

Ia menduga, bisa saja para PSP ini merasa belum ada kepastian karena rencana penutupan ini tertunda-tunda.

Maswoy menegaskan, jika sekiranya PSP yang masuk itu terindikasi orang baru, maka mereka bisa diknakan sanksi. Sebab, seluruh PSP yang ada di lokasi tersebut telah didata oleh pemerintah kota dan mereka sementara menunggu kapan mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Karena itu, ia berharap, lokalisasi ini secepatnya ditutup, agar tidak lagi ada PSP yang datang. Apalagi, aspirasi penutupan itu datang sendiri dari berbagai elemen masyarakat,” tandasnya. (SAH)

------------
------ ======================

Berita Populer

To Top