" >Oknum Polisi Diduga Dagang Cinnabar – Rakyat Maluku
NEWS UPDATE

Oknum Polisi Diduga Dagang Cinnabar

ILUSTRASI

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Oknum anggota polisi yang bertugas di Polsek Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), diduga mendagangkan Batu Cinnabar. Anggota yang diketahui berinsial ZN alias Enal itu telah diamankan di Polres SBB, Kamis 2 Januari 2020.

Dari tangan Enal, pihak kepolisian mengamankan cinnabar seberat 21 kilogram. Bahan utama mercuri itu sebelumnya disimpan perwira bintara berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) itu di rumah warga Laala, Desa Lokki, Kecamatan Huamual.

Informasi yang diterima, saat ini Enal sedang diinterogasi penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres SBB. Ia bakal disangkakan dengan Pasal 161 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pada Pasal 1 dijelaskan bahwa, setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1), Pasal 81 ayat (2), Pasal 103 ayat (2), Pasal 104 ayat (3), atau Pasal 105 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar Butar yang dikonfirmasi menolak berbicara banyak terkait hal ini. Dia bahkan meminta Rakyat Maluku untuk mengkonfirmasi langsung ke Kasat Reskrim AKBP Mido Johanis Manik. “Iya, tekniknya langsung dengan Kasat Reskrim ya. Ini juga kan masih dalam pengembangan,” tutur Butar Butar via selulernya tanpa membenarkan atau mengelak adanya oknum polisi terlibat kasus Cinnabar.

AKP Mido Johanis Manik yang ditelepon, tak mengangkat Handphonenya walaupun ada nada masuk. Pesan yang dikirimpun tak dibalas.

Sebelumnya, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa sudah mengeluarkan ancaman akan memproses hukum dan memecat setiap oknum polisi, bila ketahuan terlibat dalam peredaran dan penjualan cairan berbahaya merkuri atau pasir cinnabar dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). “Kalau terbukti ada oknum anggota polisi yang terlibat dalam membekingi kegiatan ilegal ini maka proses hukum dan bila perlu dipecat,” tegas Kapolda Maluku di Ambon, Rabu 1 Januari 2020.

Ancaman ini dikeluarkan, menyusul maraknya modus penyelundupan yang telah dilakukan para pelaku untuk meloloskan bahan berbahaya dan beracun ini dari Pulau Seram Bagian Barat masuk ke Ambon dan diteruskan ke Pulau Jawa.

Padahal, kata Kapolda, aparat kepolisian di Polda Maluku hingga Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease dan Polsek Pelabuhan Yos Sudarso Ambon sudah berupaya maksimal untuk mengungkap para pelaku dan menyita banyak barang bukti.

Untuk mengantisipasi peredaran bahan berbahaya ini, Kapolda juga telah menginstruksikan Kapolres SBB dan jajarannya untuk lebih ketat mengawasi penjualan dan peredaran jenis barang ini ke Pulau Ambon maupun ke provinsi lain. “Meski pun sudah banyak pelaku yang diamankan bersama barang bukti oleh polisi dan dijatuhi hukuman penjara di pengadilan, namun aktivitas pengiriman merkuri atau pasir cinnabar masih saja dilakukan,” kata Kapolda.

Ia menegaskan, daerah penghasil pasir cinnabar yang merupakan bahan baku pembuatan cairan merkuri ada di Kabupaten SBB sehingga Kapolres setempat telah diinstruksikan guna memperketat pengamanan.

Selain itu, Kapolda berharap, daerah lain di Tanah Air yang terdapat potensi sumberdaya alam logam mulia seperti Pulau Sumatera dan Jawa untuk menghentikan aktivitas para penambang emas tanpa izin. “Cairan merkuri ini akan terus meningkat karena adanya aksi penambang liar di daerah lain, dan potensi tambang cinnabar di Kabupaten SBB akan menjadi sasaran aktivitas pembelian cinnabar atau merkuri. (AAN)

------------
------ ======================

Berita Populer

To Top