HUKRIM

Peradi Ambon dan FSEI IAIN Ambon Gelar PKPA

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Ambon bekerjasama dengan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan IV Tahun 2020.

PKPA Angkatan IV Tahun 2020 yang diikuti 15 peserta ini, digelar di Lt II Gedung Laboratorium Hukum dan Ilmu Falaq FSEI IAIN Ambon, Kamis, 16 Januari 2020. Pendidikan khusus ini sendiri bakal berlangsung hingga 22 Januari 2020.

Ketua Peradi Ambon, Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H, dalam sambutan acara ini menjelaskan, kegiatan PKPA yang digelar kemarin untuk keempat kalinya. Pertama diadakan di Unpatti Ambon, dan sisanya diadakan di IAIN Ambon, termasuk untuk angkatan ke-IV.

Ia berharap, para peserta angkatan ke-IV tidak kalah kualitasnya dari angkatan sebelumnya. Pasalnya, para peserta ini selanjutnya akan diikutkan dalam Ujian Profesi Advokat (UPA) 2020, yang diselenggarakan oleh DPC Peradi secara nasional, pada tanggal 2 Februari 2020. “Sehingga itu, kami berharap sungguh dengan jumlah peserta yang ada saat ini, tingkat kelulusannya bisa signifikan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Di situ, akan menjadi tolak ukur. Tentang kualitas tidaknya. Kita melihat dari keluaran atau produk PKPA itu sendiri.

Bagaimana ketika mereka menghadapi ujian profesi advokat secara nasional. Berapa banyak yang lulus misalnya. Semua ini dievaluasi dan menjadi tolak ukur,” jelas Fahri di sela-sela kegiatan kemarin.

Fahri mengakui, selama dirinya menjabat sebagai Ketua Peradi Ambon, salah satu fokusnya dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas advokat, yang diproduksi oleh Peradi itu sendiri. “Kegiatan ini akan kita galakkan terus, untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam profesi advokat. Kita akan mengawal para peserta untuk mengikuti seluruh tahapan, mulai dari PKPA, lulus ujian, magang, sampai dengan memenuhi syarat untuk pengambilan sumpah di PN Ambon,” akui Fahri.

Lebih penting, lanjut dia, bagaimana mengawal para calon advokat muda ini, sampai benar-benar menjadi pengacara. Sebab, Maluku saat ini dan ke depan, masih sangat membutuhkan tenaga advokat. Pasalnya, daerah ini masih jauh tertinggal di bidang advokasi hukum, dibanding daerah lainnya di Indonesia. “Jumlah advokat di Maluku sangat minim, terutama di daerah-daerah terpencil, sehingga akses hukum untuk masyarakat mencari keadilan masih sulit. Kiranya dari kegiatan ini, semua harapan masyarakat dapat terpenuhi ke depannya.”

Ia menekankan, para peserta yang telah dan tengah mengikuti PKPA ini, diutamakan selain penguatan kapasitas keilmuan, juga peningkatan integritas dan profesionalitasnya sebagai calon advokat, atau nanti sebagai advokat. “Karena advokat harus bermoral yang tinggi, penuh integritas. Itulah, yang sangat diinginkan oleh masyarakat kita dalam proses-proses penegakan hukum.”

Secara singkat, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon, Djumadi Djunaidi, dalam sambutannya mengharapkan agar kerjasama kedua lembaga ini dapat terus berlangsung. Kampus IAIN Ambon, khususnya Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, kata Djumadi, membuka diri secara penuh untuk menerima semua lembaga dalam kerjasama, untuk sama-sama meningkatkan dan mengawal pembangunan sumber daya manusia di Maluku, terutama lagi Peradi Ambon.

Untuk kegiatan PKPA, kata dia, merupakan kegiatan yang sangat baik dalam rangka menambah wawasan pengetahuan serta skill para sarjana atau alumni dari Fakultas Syariah, serta masyarakat Maluku umumnya. “Kami harapkan tahun mendatang dapat lebih ditingkatkan jumlah pesertanya, karena kebutuhan masyarakat terkait konsumsi keadilan yang masih sangat dibutuhkan. Kita tahu, Peradi tidak hanya pada masyarakat yang berperkara, tapi juga masyarakat yang tidak mampu mereka dibela. Kehadiran peradi, merupakan suatu kenisayaan bagi terwujudnya masyarakat yang damai, yang baik, terutama di Maluku, semakin baik kondisi sosial serta keamanannya.”

Sebelumnya, Koordinator Penyelenggaran Kegiatan, Dr. Nasaruddin Umar, menjelaskan, mengakui, sebelumnya, Peradi Ambon juga sudah mengadakan kegiatan serupa, ini untuk ketiga kalinya di IAIN Ambon dan keempat kalinya di Maluku. PKPA kemarin, kata dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam ini, diikuti sebanyak 15 peserta, yang tentu dibanding tahun kemarin, lebih sedikit. Nasaruddin mengakui, minimnya peserta ini salah satunya disebabkan karena adanya bencana di Maluku. Peserta, lanjut dia, merupakan alumni dari IAIN Ambon, Unpatti Ambon, Unidar Ambon, serta UMI Makassar. Kegiatan ini menghadirkan sebanyak 13 advokat baik dari PN Ambon maupun dari PTA Ambon. (*)

------ ======================

Berita Populer

To Top