NEWS UPDATE

Stock Beras di Ambon Aman

Asmal | Kepala Bulog Maluku

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) wilayah Maluku memastikan adanya ketersediaan stock beras di Kota Ambon dan Maluku umumnya hingga enam bulan ke depan. ”Stock kita sekarang cukup banyak kurang lebih dua belas ribu ton.” Demikian disampaikan Kepala Bulog (Kabulog) Maluku Asmal, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 29 Januari 2020.

Asmal menjelaskan, pihak Bulog memiliki tanggungjawab untuk terus memastikan agar beras di daerah ini tersedia setiap saat. Pasalnya, beras merupakan kebutuhan pokok untuk masyarakat secara umum. Pihak Perum Bulog Maluku berusaha keras untuk mencegah jangan sampai terjadi kelangkaan baik di pasar-pasar maupun pada stok Bulog sendiri.

Menurut dia, salah satu antisipasi yang terus ditingkatkan oleh Bulog Maluku saat ini, lantaran saat ini sedang terjadi musim kemarau. Tentu, musim ini akan berpengaruh terhadap aktifitas daerah penghasil beras. “Menyikapi beberapa daerah di Maluku penghasil beras seperti Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Pulau Buru yang mengalami kekeringan akibat kemarau, sehingga mempengaruhi produksi beras.”

Kata Asmal, selama ini pihaknya selalu mengadakan monitoring persediaan beras di daerah-daerah tersebut.

Bulog sendiri sejauh ini mengantisipasi dan menyikapi ketersediaan stok beras di daerah surplus dan minus itu berbeda. Apalagi Maluku termasuk daerah defisit.

“Jadi perhitungannya itu adalah ketersediaan beras setiap enam bulan dalam setahun. Jika stok beras yang tersimpan terlalu lama melebihi enam bulan, maka berpengaruh terhadap kualitas beras itu sendiri, selain biaya pemeliharaan yang tentunya besar,” kata dia.

Asmal juga menambahkan, masyarakat di Maluku dan Maluku Utara kiranya tidak terlalu khawatir akan ketersediaan stok beras di pasaran untuk kebutuhan pokok masyarakat. Untuk perencanaan stok beras enam bulan ke depannya. “Bulog Maluku telah mempunyai perhitungan perencanaan selama setahun yaitu minimal tujuh ribu lima ratus ton untuk kebutuhan beras di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Karena beras yang beredar di pasaran itu ada terbagi dalam beberapa kelompok yaitu pedagang dan masyarakat selain beras yang ada di Bulog sendiri. Sehingga beras yang ada dapat terdistribusi dengan baik,” jelas dia.(ZA)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top