I Like MONDAY

WFCA Nasibmu Kini

AHMAD IBRAHIM | Komisaris Utama Hr. Rakyat Maluku

Sejak walikota Ambon dipimpin Markus Jopi Papilaja salah satu konsep yang digagas adalah Water Front City Ambon (WFCA). Gagasan tersebut tak lain karena ia ingin menjadikan wilayah pesisir pantai yang menjulur dari Latuhalat hingga Laha sebagai beranda depan Kota Ambon.

Ide Pak Jopi itu bahkan sudah punya blue print dengan gambar atau master plan yang terlihat cukup menarik. Sayang, selama dua periode kepemimpinannya gagasan besar politisi PDIP itu tak kunjung terealisasi. Jika saja ide itu terwujud berarti Ambon kini sudah punya “kota baru” selain Passo sebagai kota satelit.

Tentu, dengan gagasan besar Pak Jopi menjadikan WFCA sebagai beranda depan Kota Ambon akan menjadilan kawasan yang ada saat ini khususnya di seputaran Pantai Mardika dan Pantai Batumerah yang selama ini terkesan kumuh dengan sendirinya bisa disulap dan akan tertata dengan ciri khas yang menarik.

Kita tentu sangat menyayangkan jika melihat topografi pantai dan Teluk Ambon nan cantik yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa itu tidak dimanfaatkan dengan baik.

Padahal kalau kita mau menjadikan sebagai beranda depan Kota Ambon — menjadi lebih hidup maka banyak sekali tempat yang bisa dijadikan sebagai sarana hiburan dan tempat usaha. Dan, kawasan pantai tentu akan menjadi icon menarik.

Kini, kita baru punya icon Jembatan Merah Putih (JMP). Belum banyak objek wisata yang bisa diandalkan sebagai tempat destinasi bagi wisatawan. Juga tempat hiburan dan tempat usaha baru di beranda Pantai Ambon.

Di banding Kota Ternate atau Manado, Kota Ambon masih jauh tertinggal dengan Ruang Terbuka Hijau. Sebaliknya, walau kita termasuk peraih Adipura, tapi kita masih punya slum area yakni kawasan pemukiman kumuh yang berada di tengah kota sebagaimana yang kini terlihat di sepanjang Kawasan Pantai Mardika dan Pantai Batumerah, itu.

Tak ada yang kurang dengan keindahan permukaan topografi Teluk Ambon bila kita bandingkan dengan Pantai Schenifel atau Volendam di Belanda. Mereka yang pernah ke Belanda tentu bisa melihat langsung bagaimana suasana alam di pantai yang menghadap ke Samudera Atlantik, itu.

Juga bagi mereka yang pernah ke Amerika Serikat di Pantai Florida yang terkenal dengan shunsetnya itu terlihat begitu eskotik. Di kawasan pantai yang berhadapan dengan Laut Mexico ini selain menjadi tempat permandian juga sebagai objek belanja dan hiburan, juga wahana untuk menjual produk-produk kerajinan. Dan, museum aquarium terbesar di dunia dengan segala jenis ikan dipajang di sana.

Yang tak kalah menarik juga di Pantai San Fransisco atau Pantai Seattle, tempat pembuatan pesawat Boeing, itu. Juga masih di Amerika Serikat. Di sini, kawasan pantai telah disulap menjadi daya tarik bagi wisatawan, juga kawasan bisnis, perkantoran, dan pasar nelayan moderen.

Bagi pelancong yang hendak menikmati suasana alam di bibir Pantai Pasifik itu cukup meluangkan waktunya sudah bisa menikmati pesona alam nan menarik.

Kita tentu masih punya harapan untuk Walikota Ambon Richard Louhenapessy. Untuk beberapa gagasan besar sudah ia wujudkan antara lain menjadikan Ambon sebagai Kota Musik.

Kita berharap untuk beberapa tahun sisa masa jabatannya nanti upaya untuk menjadikan pesisir pantai sebagai beranda depan Kota Ambon bisa dijadikan objek baru untuk pengembangan kota ini.

Tak ada yang salah dengan gagasan Walikota Richard Louhenapessy menjadikan Kawasan Leitimur sebagai Blue Heaven-nya Bali hingga harus mengirim empat arsiteknya melakukan study ke sana. Ke Pulau Dewata.

Dengan harapan sekembalinya mereka ke Ambon mereka bisa mendesain agar kelak kawasan tebing Leitimur bisa disulap menjadi Blue Heaven-nya, Ambon.

Gagasan hebat Walikota Richard Louhenapessy menjadikan Leitimur sebagai Blue Heaven-nya Bali tentu patut diapresiasi. Kelak bila ada wisatawan yang datang mereka bisa menikmati suasana alam yang berbeda.

Tapi, akan jauh lebih hebat bila politisi Golkar ini bisa melakukan terobosan baru menjadikan pesisir pantai sebagai beranda depan dan icon baru Kota Ambon. Melanjutkan apa yang dulu pernah digagas Pak Jopi itu.

Dan, tak bisa kita bayangkan suatu saat kelak sejarah akan mencatat ada seorang walikota Ambon dengan kepiawaiannya — tentu bukan saja dalam soal diplomasi — bisa mampu menyulap suatu kawasan yang tadinya menjadi slum area atau kawasan kumuh menjadi kota satelit. Dan, sang walikota itu boleh jadi bernama Richard Louhenapessy.(*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top