KOTA AMBON

64 Pasien Berhasil Operasi Urologi

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Operasi urologi yang dilakukan tim dokter Vlisingen – Belanda sejak 4 Febuari lalu akan berakhir besok, kamis 13 Februari 2020. Sampai dengan saat ini, telah tercatat sebanyak 64 pasien telah berhasil mengikuti operasi di RSUD Haulussy.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy kepada wartawan menjelaskan, pasca dibukanya pendaftaran, pasien yang mendaftar di puskesmas sebanyak 304 orang. Dari jumlah tersebut, pasien yang berasal dari Kota Ambon sendiri sebanyak 260 orang.

Sedangkan 44 orang lainnya berasal dari Luar Kota Ambon. Sementara itu, terdapat 20 orang lainnya yang akan menjalani operasi urologi besok (hari ini). “Yang mengikuti pemeriksaan awal 190 orang. Jadi pasien yang telah operasi sampai tanggal 12 Februari 64 orang. Sedangkan yang akan operasi besok itu 20 orang,” jelas Wendy, Rabu 12 Februari 2020.

Dari 64 orang yang telah menjalani operasi itu, 13 orang diantaranya menjalani operasi citospocy, 30 operasi prostat, 5 orang anak operasi hernia, 5 orang batu ginjal, 3 orang jalani operasi batu kandung, 2 orang batu ureter, 2 orang post operasi, 2 orang batu ginjal, 1 orang operasi penis bengkok 1, 1orang struktur ureter, 1 orang oletotomy, dan vistel buli-bilu 1 orang.

Menurutnya, operasi urologi secara gratis yang dilakukan oleh dokter-dokter asal Vlissingen-Belanda ini sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat miskin. “Masyarakat sangat antusias ikuti operasi ini, dan ini banyak dari keluarga masyarakat miskin, yang memang betul-betul sangat membutuhkan, terutama masyarakat Kota Ambon,” katanya.

Kata Wendy, semua peserta yang mendaftar itu tidak semuanya mengikuti screening. Bahkan, ada juga yang telah mengikuti screening, namun belum dapat mengikuti proses operasi. “Tersisa 10 orang yang sudah di screening, mereka siap dioperasi tapi tunggu jadwal di tahun depan. Mereka masuk daftar tunggu prioritas,” jelasnya.

Masalah yang dihadapi selama dilakukan operasi itu terkait dengan sarana prasarana di ruang operasi yang harus ditingkatkan, karena sedikit menghambat proses operasi, baik itu menyangkut dengan alat operasi yang kadang macet atau mandek, maupun listrik yang kadang juga bermasalah. “Hambatan itu yang nanti akan dievaluasi lagi untuk tahun-tahun depan. Kami berharap dapat dapat teratasi kedepan,” tandasnya.(*)

------ ======================

Berita Populer

To Top