NASIONAL

BELAIAN Minta Pemerintah Waspadai Penyebaran Virus Corana

RAKYATMALUKU.COM – JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia diingatkan untuk terus melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap penyebaran wabah virus Corona yang sudah mulai menyerang sejumlah warga di luar Negara Cina. Hal ini penting, sehingga warga yang terserang virus itu, dapat langsung dikarantinakan dan diberi pengobatan ekstra ketat. Dipastikan, wabah virus Corona jangan sampai menyebar di Indonesia, apalagi Indonesia termasuk salah satu negara yang banyak dikunjungi warga Cina.

Direktur Bela Indonesia Gerakan Pilar Bangsa (BELAIAN) Abdussalam Hehanussa, menjelaskan, meninggalnya dokter Li Wenliang, 34 tahun, profesional medis di Republik Rakyat Cina (RRC) yang pertama kali membocorkan adanya wabah virus Corona di Kota Wuhan, telah memicu kemarahan publik RRC. Ketika Li memperingatkan rekan-rekan dokternya via group media sosial, polisi langsung menangkapnya dengan tuduhan kegiatan ilegal menjual rumor.

Dokter Li, kata Abdussalam, telah menjadi pahlawan publik Medsos karena membunyikan alarm waspada tentang ancaman gabungan tujuh jenis virus Corona, dari Alpha Corona, Beta Corona sampai nCov-2019 yang telah mewabah di Kota Wuhan. “Badan WHO resmi menamai gabugan inveksi virus Corona itu COVID-19, sebelumnnya RRC menamai virus tersebut sebagai NCP (Novel Corona virus Pneumon ia).”

Kata dia, pembocoran informasi oleh dokter Li tersebut adalah sebuah prediksi yang didasarkan informasi faktual medis dan realitas propaganda politik birokrat Partai Komunis RRC yang suka merekayasa berita dan membuang fakta. Kegagalan pemerintah RRC menutupi ancaman serius wabah Corona di Provinsi Hubei, dan kegagalan menutupi pelanggaran HAM di Provinsi Xinjiang, kini jadi boomerang menyerang pemerintah RRC.

Kecerobohan pemerintah komunis RRC ini, semakin meneror publik Asia Tenggara, terutama warga negara Singapura yang semakin resah, cemas dan panik.

Ia menyebutkan, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) telah mengeluarkan rilis, bahwa saat ini 1.380 orang meninggal akibat virus corona di wilayah China daratan. Jumlah itu termasuk 121 kematian baru pada Kamis (13/2), yang terdiri dari 116 orang meninggal di Provinsi Hubei dan lima orang lainnya meninggal di beberapa provinsi lainnya di China. Total jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di wilayah China daratan hingga Jumat, 14 Februari 2020 waktu setempat mencapai 63.851 kasus.

Kata Abdussalam, resiko psikologi politik dan ekonomi lebih besar dipikul pemerintah Singapura, dibandingkan dengan yang dihadapi pemerintah Indonesia. Penyebabnya jumlah wisman RRC yang datang ke Singapura mencapai 3,6 juta orang per tahun. Lebih banyak dari 3,1 juta wisman Indonesia dan 1,4 juta dari India.

“Memonitor kondisi psikologi ekonomi warga negara dan pemerintah Singapura dan Indonesia yang saling tergantung dengan situasi RRC, kami pimpinan organisasi Bela Indonesia, bersikap; Mendukung penuh keseriusan kewaspadaan nasional pemerintah RI dalam menangani penyebaran wabah virus Corona kepada WNI di luar dan dalam negeri. Temasuk mengadakan peralatan PCR ( Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi cepat virus Corona, sejak 14 Januari 2020. Mendukung penuh perlindungan pemerintah Singapura terhadap WNI yang terinveksi virus Corona. Respon keseriusan tersebut mampu mengurangi efek paranoid publik media sosial di Asia Tenggara dari teror hoax, rumor, dan informasi palsu. Menyerukan kepada semua generasi muda milenial, organisasi kepemudaan dan media untuk terus memonitor janji Presiden RRC, Xi Jinping kepada Presiden Jokowi untuk menjaga dengan baik WNI di RRC dengan semangat keterbukaan dan transparansi,” tegas Abdussalam. (WHL)

------ ======================

Berita Populer

To Top