I Like MONDAY

Umara dan Ulama

AHMAD IBRAHIM | Komisaris Utama Hr. Rakyat Maluku

SHALAT Jumat berjamaah di Masjid Raya Al-Fatah Ambon, (21/2/20), terasa ada yang beda. Sudah lama rasanya salat Jumat dihadiri secara bersama antara ulama, umara, dan umat.

Jumat kali ini terlihat Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufik, dan Kapolda Maluku Irjen Pol.Baharuddin Djafar membaur bersama sejumlah ulama antara lain Imam Masjid Raya Al-Fatah KH. RR Hassanusi, Habib Rifqi Alhamid (HRA) dan ulama dari Jakarta dan Tuban, Jawa Timur, yakni Habib Hanif Bin Abdurahman Al Atthas, Lc yang juga bertindak sebagai khatib salat Jumat, dan Habib Ahmad Bin Abubakar Assegaf.

Selain menjadi khatib, kedatangan Habib Hanif Bin Abdurahman Al Atthas, Lc dan Habib Ahmad Bin Abubakar Assegaf ini juga dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Al-Fatah.

Kedatangan Habib Al-Atthas ini atas prakarsa Ketua Yayasan Ar Rahmah Ambon Habib Rifqi Alhamid yang kerab disapa HRA ini tentu patut diapresiasi.

Bertemunya umara, ulama, dan umat di tempat dan di hari yang mulia tersebut membawa harapan baru tentang pentingnya kita menjaga kebersamaan dengan semua komponen agar tidak ada yang merasa ditinggalkan di tengah tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini.

Masjid Al-Fatah sebagai pusat peribadatan dan wahana pengembangan syiar agama benar-benar menjadi wadah penting bagi upaya menjaga tali silaturahmi. Tentu tidak saja bagi kaum muslim tapi juga mereka yang cinta akan perdamaian dan kebersamaan.

Nama Al-Fatah sebagaimana kita ketahui diberikan oleh mantan Presiden Soekarno yang dalam Bahasa Arab berarti “kemenangan” sebagai bentuk rasa syukur rakyat Indonesia atas pembebasan Irian Barat tahun 1957 ke pangkuan Ibu Pertiwi menandai sebuah bentuk penghormatan negara atas perjuangan rakyat Indonesia.

Di tempat dan hari yang sama, dua pekan lalu, dengan menggunakan kopia kita juga pernah menyaksikan mantan Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa usai salat Jumat di depan mimbar di masjid kebanggaan warga muslim Maluku itu ia sempat menyampaikan ucapan rasa terima kasih dan meminta pamit setelah bertugas di Maluku.

Jenderal polisi dua bintang asal Kota Kawanua kelahiran Makassar itu merasa bangga kepada masyarakat Maluku yang telah membantu selama beliau menjalankan tugasnya di daerah ini.

Seperti Kapolda baru, sebelumnya Irjen Pol.Royke Lumowa juga pernah melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh agama dan media massa di daerah ini saat mengawali tugasnya di provinsi berjuluk Bumi Raja-Raja itu.

Dari Maluku kita belajar bagaimana menjaga toleransi, dari Maluku pula kita belajar merawat kebhinekaan.

Salat Jumat bersama para ulama dan umara di Masjid Raya Al-Fatah tersebut membuktikan bahwa masjid bisa menjadi wahana pembelajaran dan wahana peradaban dalam membangun umat sebagaimana yang pernah tercatat dalam sejarahnya.

Ini tentu bukan kali pertama prakarsa yang dilakukan oleh HRA. Sudah sekian kali habib yang alumni Universitas Darul Mustafa Yaman itu mendatangkan sejumlah ulama ke Kota Ambon dengan biaya sendiri untuk memberikan siraman rohani kepada warga di daerah ini.

Terciptanya hubungan yang baik oleh ketiga komponen yang menjadi “tungku” bangsa: umara, ulama, dan umat di masjid Al Fatah tersebut harus selalu dipupuk dan dibangun terus-menerus, tanpa harus diidentikkan bahwa mesjid sebagai tempat penyebaran kebencian.

Di sinilah perlunya sinergitas antara umara dan ulama. Perlu terus dibangun rasa saling percaya yang dilandasi oleh rasa keikhlasan yang kuat bukan sekadar karena kepentingan pragmatis.

Masjid sebagai wahana pengembangan umat patut diberdayakan karena itu tak perlu dicurigai secara berlebihan. Apalagi untuk meredam radikalisme dan terorisme harus ada muncul wacana perlu adanya “polisi masjid” untuk memata-matai setiap orang yang dicap radikal, teroris, atau larangan berbicara tentang orang kafir segala.

Hubungan umara dan ulama yang ditunjukkan oleh Pangdam dan Kapolda tersebut tentu menjadi contoh yang baik.

Dari Maluku kita belajar menjaga toleransi, dari Maluku pula kita belajar merawat arti dari sebuah kebhinekaan di negara yang berasaskan Pancasila itu.(*)

------ ======================

Berita Populer

To Top