I Like MONDAY

Richard Sang Petarung

AHMAD IBRAHIM | Komisaris Utama Hr. Rakyat Maluku

Musda Partai Golkar Maluku sudah berakhir, Sabtu, (7/3/20). Hasilnya kita semua sudah tahu. Ramli Umasugi keluar sebagai pemenang. Secara aklamasi.

Kemenangan Ramli Umasugi kandidat dari DPD Golkar Pulau Buru, yang juga Bupati Kabupaten Pulau Buru ini sangat fantastis: dipilih oleh 11 DPD Golkar.

Perjuangan Ramli Umasugi untuk menempati posisi orang nomor satu di partai beringin Maluku tentu bukan tanpa perjuangan.

Jauh-jauh hari ia telah bekerja keras dan membangun kekuatan bagaimana mempertaruhkan namanya kepada seluruh pimpinan DPD Partai Golkar agar ia bisa lolos. Supaya kelak dapat menakhodahi partai bergengsi itu.

Karena itu ia harus full time. Harus habis-habisan mengeluarkan energi sebab sayup-sayup terdengar lawan yang akan dia hadapi kala itu cukup tangguh.

Dari segi reputasi dan jam terbang dalam dunia politik sang lawan tersebut tergolong piawai. Yang juga sahabatnya sendiri. Koleganya sendiri.

Dia adalah Richard Louhenapessy. Walikota Ambon dua periode yang juga merangkap sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon.

Nama Richard Louhenapessy dalam blantika politik di Maluku sudah tak asing. Ia sosok petarung yang pada setiap perhelatan politik selalu keluar sebagai pemenang. Baik saat Pileg atau Pilwakot.

Dua kali memimpin DPRD Maluku dan dua periode sebagai walikota Ambon membuktikan kepiawaian sang politsi dari partai beringin itu.

Di birokrasi pemerintahan apalagi. Kariernya boleh dikata sangat moncer. Dia satu-satunya pada tahun 2016 tercatat sebagai orang ke-9 di Indonesia diluar 47.000 alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang menerima penghargaan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan sejak kampus tersebut didirikan oleh Presiden Soekarno tahun 1957 yang dulu bernama APDN itu.

Kali ini sikapnya di perhelatan Musda Golkar yang tidak dilakukan secara terang-terangan untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua di menit-menit terakhir membuat penasaran banyak pihak termasuk di kalangan internal Golkar.

Sikap skeptis Richard Louhenapessy yang mantan mahasiswa Fakultas Hukum Unpatti Ambon saat itu membuat para netizen yang menjadi pengagum dan simpatisannya ragu dan penasaran.

Karena itu di laman dunia maya mereka juga tidak secara terang-terangan menyebutkan namanya.

Di antara para calon yang digadang-gadang terdapat nama Ramli Umasugi, Richard Rahakbauw (anggota DPRD Maluku), Ridwan Rahman Marasabessy (mantan anggota DPRD Maluku), dan Dominggus Ayal (fungsionaris Golkar). Hingga di babak terakhir nama Ramli Umasugi tetap masih menguat.

Musda sendiri yang semula digelar tanggal 4 Maret 2020 di Hotel Natsepa pun tiba-tiba dibatalkan oleh DPP Golkar. Alasan teknislah yang membuat mengapa Musda ditunda.

Tapi, saat yang sama tanggal 3 Maret 2020 Richard Louhenapessy sudah berada di Jakarta. Di sana ia bertemu Ketua Umum DPP Partai Golkar Hartarto Airlangga.

Seperti yang beredar di media ia mengaku dipanggil oleh Airlangga, namun Richard Louhenapessy membantah pertemuan tersebut terkait Musda.

Mendengar Richard Louhenapessy bertemu Airlangga, saat yang sama di hari berikutnya, Kamis, (5/3/20), Ketua DPD Golkar Maluku Said Assagaff yang juga mantan incumbent yang kalah di Pilgub Maluku 2019 lalu itu bersama kandidat ketua Ramli Umasugi mendadak bertolak ke Jakarta.

Spekulasi diluar sana pun beredar penundaan Musda karena ada dugaan DPP Golkar lebih memilih calon lain diluar Ramli Umasugi.

Tak jelas siapa yang dimaksud. Toh, calon kuat yang berhadap-hadapan hanya tinggal dua. Ramli Umasugi dan Richard Louhenapessy (kalau toh beliau maju).

Lagi pula dibanding Richard Louhenapessy nama Ramli Umasugi jauh hari sebelumnya sudah digadang-gadang sebagai calon kuat. Dia juga satu-satunya yang mendapat dukungan sebanyak 10 dari 11 DPD kabupaten/kota se-Maluku itu.

Sampai di sini mempertajam dugaan sebelumnya jika alasan penundaan Musda yang sedianya digelar tanggal 3 Maret dan dimajukan ke tanggal 7 Maret boleh jadi karena ada masukan soal sosok calon siapa yang layak memimpin Golkar Maluku masih menjadi misteri oleh pihak DPP Golkar. Dan, siapa yang memberikan masukan ke DPP tidak jelas.

Richard Louhenapessy kepada wartawan usai pertemuan itu mengaku tidak membahas soal Musda bersama Airlangga.

Tapi ditanya soal pencalonan dirinya dia mengaku hanya tinggal menunggu perintah atasan. “Saya itu kalau diperintah, saya tanggung jawab ya. Kalau tidak (diperintahkan) ya tidak bisa,” katanya usai bertemu Airlangga.

Spekulasi akhirnya mereda. Sehari sebelum Musda digelar Sabtu tanggal 7 Maret 2020 keluarlah surat dukungan kepada Ramli Umasugi.

Surat tertanggal 6 Maret 2020 yang ditandatangani Richard Louhenapessy itu menyatakan dukungannya kepada Ramli Umasugi hingga terpilihlah putra Bumi Bupolo itu secara aklamasi.

Akankah berakhirnya Musda Golkar Maluku kali ini akan mengakhiri karier politik sang petarung yang juga mantan pengacara flamboyan itu di partai yang telah membesarkannya dalam jagat politik di Maluku terutama menghadapi Pilgub 2024 nanti? Entalah.(*)

------ ======================

Berita Populer

To Top