HUKRIM

Temui Kapolda, HIPPMAH Minta Polisi Akhiri Konflik Amalatu

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Badan Pengurus Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Hualoy (BP-HIPPMAH) meminta Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, agar turun tangan langsung dalam penanganan konflik yang terjadi antara warga Latu, Tomalehu dan Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Pasalnya, konflik yang sudah berkepanjangan ini, terkesan lambat ditangani oleh Pemda SBB maupun kepolisian setempat. Permintaan PB-HIPPMAH disampaikan ketika audiens bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, di ruang kerjanya, Senin, 23 Maret 2020.

Pertemuan yang turut dihadiri Dir Intelkam Polda Maluku, Dir Krimum Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease dan Kasat Reskrim Polresta, berlangsung akrab dan santai.

Dalam pertemuan yang diundang langsung oleh Kapolda Maluku ini, Ketua Umum PB-HIPPMAH, Muslim Azhari Saleh, menyerahkan beberapa tuntutan yang kiranya dapat ditangani Kapolda Maluku.

Tuntutan itu, menurut Azhari, selaras dengan keinginan masyarakat di Negeri Hualoy dan Tumalehu, yang merasa hukum dan negara seolah tidak hadir untuk mengakhiri konflik yang terjadi di ketiga negeri. Sebab, konflik ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, namun tidak kunjung diselesaikan oleh aparat penegak hukum di daerah setempat.

Tuntutan yang disampaikan PB-HIPPMAH di antaranya; Mendesak Polda Maluku ambil alih kasus Latu, Hualoy dan Tomalehu. Mendesak Polda Maluku untuk menangkap pelaku pembacokan Haldun Esomar. Mendesak Polda Maluku untuk menangkap para DPO pembunuhan Syamsul Lussy. Mendesak Polda Maluku untuk mengevaluasi kinerja Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, serta Polres SBB, terkait dua kasus tersebut. Mendesak Polda Maluku untuk memproses oknum polisi AM, yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Syamsul Lussy. Mendesak Polda Maluku untuk mengusut para propokator yang terus memprokasi masyarakat di ketiga negeri. Meminta keadilan hukum atas masalah di ketiga negeri.

Sementara Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, menyatakan, pihaknya akan berupaya untuk segera memediasi masyarakat di ketiga negeri dengan melibatkan Bupati SBB, Dandim, Polres SBB, dan Forkopimda.

Kapolda juga berjanji, akan berupaya untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di ketiga negeri. Hal ini penting, kata Kapolda, agar konflik di ketiga negeri Muslim itu, dapat segera diakhiri, mengingat beberapa hari ke depan, umat Islam terutama di ketiga negeri akan menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan.

Tak kalah pentingnya, Kapolda mengaku akan berupaya untuk menangkap para pelaku pembunuhan Syamsul Lussy yang sudah ditetapkan dan sampai kini masih DPO.

Terkait para pelaku pembacokan Haldun Esomar, yang juga DPO, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP. Leo Simatupang di hadapan Kapolda mengakui, sedang diupayakan untuk penangkapan. Kapolresta mengakui, ada kendala yang dihadapi, lantaran para pelaku tidak berada di Kota Ambon, tapi berada di kampung halamannya di Latu. Sehingga, pihaknya akan terus berupaya agar para pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. (*)

------ ======================

Berita Populer

To Top