KOTA AMBON

Warga Air Kuning Resah, PLN Diminta Turun Tangan

Warga Air Kuning Lorong Gudang, Kota Ambon, menutup areal jebolnya tanggul pengaman tiang listrik menggunakan tarpal agar tidak terkena air hujan. | Foto: Istimewa

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Warga Air Kuning (Lorong Gudang) RT 005/RW 018, Desa Batu Merah, Kota Ambon, mengaku resah atas jebolnya tanggul pengaman tiang listrik milik PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Menyusul hujan deras tanggal 17 Februari 2020 lalu tanggul pengaman tiang listrik tersebut terancam roboh.

“Kini hanya tinggal 40 persen tanggul tersebut menahan beban tiang listrik. Bila tidak segera diperbaiki, tiang listrik tersebut ambruk dan mengancam keselamatan rumah dan akan memakan korban jiwa,” ujar warga Air Kuning (Lorong Gudang) RT 005/RW 018 Muhamad Ramdhan kepada Rakyat Maluku, Minggu, (8/3/20).

Dia mengaku warga yang tinggal di dekat areal sepanjang tanggul tersebut saat ini sedang resah. Bila hujan tiba mereka selalu dibuat rasa was-was.

“Kalau musim hujan tiba katong tidor seng sono. Katong¬† takut jang sampe tiang listrik ini akang roboh, karena kondisi tanah di dalam tiang listrik tersebut sudah berkurang sekitar 40 s/d 50 persen,” ujar Ramdhan.

Menurutnya, sejak peristiwa longsor saat turun hujan tanggal 17 Februari, besoknya dia pergi ke Kantor PLN Kota Ambon melaporkan jebolnya tanggul pengaman tiang listrik tersebut.

“Saya lapor ke petugas PLN. Mereka memberikan jawaban nantinya disampaikan ke PLN Galala. Karena ini menjadi tanggung jawab PLN Galala,” ujarnya.

Setelah laporan tersebut disampaikan pihak PLN turun melakukan survei. Dari pengamatannya, mereka beralasan bahwa untuk memindahkan tiang listrik tidak mungkin. Sejak itu tidak ada tindak lanjut.

Tanggal 2 Maret dia pun menyurat ke Manager UP3 PLN Galala meminta agar segera memparbaiki talut pengaman tiang listrik yang kini terancam roboh itu. Surat tersebut diajukan karena warga di sana resah dan membuat mereka tidak tenang. Apalagi saat turun hujan.

“Sayang, sejak peristiwa tersebut kami laporkan tidak ada respon sampai sekarang. Atau tak kunjung diperbaiki,” ujarnya.

Karena itu dia meminta pihak PLN segera melakukan perbaikan karena sudah masuk musim penghujan.

“Untuk menghindari risiko korban jiwa, kami meminta PLN segera memperbaiki demi keselamatan warga di sana,” ujarnya.(DIB)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top