NEWS UPDATE

KNPI Maluku Desak Gubernur Tutup Bandara dan Pelabuhan

ARMAN KALEAN | Wakabid Perencanaan dan Pembangunan KNPI Maluku

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku mendesak Gubernur Provinsi Maluku, Murad Ismail, agar segera mengeluarkan maklumat untuk menutup akses transportasi masuk dan keluar melalui jalur Bandara Internasional Pattimura, dan Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon. Desakan ini disampaikan oleh Wakabid Perencanaan dan Pembangunan KNPI Maluku, Arman Kalean, kepada rakyatmaluku.com, Senin, 6 April 2020 dini hari.

Arman menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku bisa belajar dari pemerintah provinsi lainnya di Indonesia, seperti Papua dan Papua Barat. Kemudian, beberapa wilayah lainnya atas kebijakan untuk menutup sementara akses transportasi masuk dan keluar Maluku. Kebijakan menutup akses transportasi masuk dan keluar Maluku merupakan satu-satunya solusi untuk mengcegah masuknya wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di daerah kepulauan ini.

Sebab, Arman menjelaskan, dari beberapa kasus yang dijumpai di Maluku, ternyata warga yang diketahui positif Covid-19 setelah beberapa hari berada di daerah ini. Sebelumnya, warga yang positif itu diketahui berada di luar Maluku. Artinya, menurut Arman, pemerintah tidak hanya mengandalkan alat rapid test untuk mengantisipasi gelombang masyarakat yang kembali ke Maluku. Karena, terbukti setelah beberapa hari berada di Maluku, mereka baru dilaporkan positif Covid-19.

Berdasarkan pengalaman dan laporan-laporan dari Gugusu Penanganan Pencegahan Wabah Covid-19 di Maluku, maka sudah mestinya ada kebijakan keras dari Gubernur Maluku untuk menutup akses masuk dan keluar ke daerah ini. “Sebenarnya kalau pemerintah memberlakukan kebijakan menutup akses pelabuhan dan bandara, maka itu berpeluang kita terhindar dari wabah Covid-19. Sebab, seseorang yang dilaporkan sebagai penyintas Covid-19, apabila pernah berada di lokasi penyintas. Nah, ini sebenarnya solusi kita di Maluku. Apalagi, Maluku ini daerah kepulauan, yang tentu menutup akses transportasi akan jauh lebih mudah dibanding daerah lainnya di Indonesia,” saran Arman.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Maluku dapat bijak melihat persoalan ini, sebelum adanya jatuh korban. Sebab, baru dilaporkan positif saja, warga sudah sangat panik dan ketakutan. “Apalagi kalau ada warga yang meninggal akibat virus ini. Semoga Maluku pada umumnnya dijauhkan dari wabah Covid-19,” tegas Arman, berdoa. Ia berharap, kebijakan menutup pintu masuk dari dan keluar Maluku tidak dianggap main-main, sama seperti kebijakan yang dipakai untuk menghentikan shalat berjamaah di tempat-tempat ibadah. “Kebijakan menutup akses berjamaah di masjid bisa dilakukan. Kebijakan itu akan sia-sia, kalau akses transportasi masuk ke Maluku via pelabuhan dan bandara tetap dibuka,” cecar Arman. (*)

========= ========= ======================
--------------------

Berita Populer

To Top