HUKRIM

Dani Nirahua Akui Tak Tahu Aset Fara

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Daniel Nirahua, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai kekasih dari Faradiba Yusuf, pelaku utama dalam penggelapan dana nasabah dan tindak pidana pencuci uang di Bank BNI46 Ambon, mengaku tidak mengetahui banyak, soal aset yang dimiliki mantan wakil pimpinan BNI Cabang Ambon itu. Hal ini diungkapkan Daniel ketika dihadirkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar, Jumat, 29 Mei 2020.

Saat majelis hakim menanyakan seputar aset-aset yang dimiliki terdakwa Farahdiba Yusuf, saksi menjabab tidak tahu. “Hanya beberapa aset terdakwa Fara saja yang saya tahu. Sisannya saya tidak tahu,” tegas Daniel saat menjawab pertanyaan majelis hakim.

Menurut dia, perkara BNI ini baru diketahuinya ketika sudah ditangani penyidik. Karena awalnya Daniel tidak menaruh curiga sama sekali terhadap terdakwa.

Meski begitu, Daniel mengaku kenal dengan terdakwa Fara, dan pernah melakukan perjalan keluar daerah bersamanya. Perjalanan bersama itu tidak dilakukan secara berdua, tapi berbarengan dengan rekan-rekan Fara.

Terkait biaya selama perjalanan, Daniel mengaku ditanggung masing-masing pribadi. “Kenal terdakwa dari tahun 2009. Dan, selama lakukan perjalanan ke Thailand, Bali, Hongkong dan Vietnam itu biaya tiket dan lainnya ditangung masing-masing,” tukas Daniel.

Hakim juga menyoal tentang penggelapan dana nasbah dan program cash back melalui deposito yang dilakukan Fara, Daniel tidak mengetahuinya.

Dilanjutkan Daniel, ketika dirinya ditunjuk oleh OJK untuk buka tabungan kantor pakai tabungan giro, ia sempat meminta tolong Fara untuk membantunya.

Tak lebih dari itu, Daniel mengaku hanya memiliki dua tabungan di Bank Cabang Asia (BCA). Satunya untuk asuransi, dan satunya untuk gaji. “Saya hanya punya dua tabungan di bank BCA,” akuinya sembari menambahkan bahwa ia tidak pernah ikut program cash back di BNI.

Perihal cicilan rumah yang turut ditanyakan Hakim, Daniel kembali mengaku pernah meminta tolong kepada Farah untuk membayarkannya. Hakim kembali mengejar Daniel perihal cicilan rumah tersebut. Menurut Hakim, cicilan rumah Fara mencapai Rp33 juta lebih. Dari mana sumber uang itu, tanya Hakim? Daniel kembali menjawab tidak mengetahuinya.

Lebih jauh, Daniel menjelaskan, bahwa ketika kasus ini ditangani penyidik dan Fara dikabarkan buron, pihak BNI sempat meminta bantu untuk menghubungi Fara atau keluarganya. Dan, saat itu saksi menghubungi salah satu keluarga Fara. “Masalah ini mereka meminta bantu saya hubungi terdakwa, karena mereka tahu saya tinggal dengan Fara. Untuk itu, mereka meminta bantu saya. Saya menghubungi keluarga Fara, dan dari situ terdakwa kembali.”

Pada kesempatan ini, Daniel juga menjelaskan keberadaan uangnya senilai Rp300 juta di Fara. Ketika masalah ini muncul, Daniel langsung menyuruh Fara untuk mengembalikan uang tersebut, dan dikirimkan melalui rekening BCA. (RM1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top