NEWS UPDATE

GTPP Covid-19 Minta Masukan

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Selasa, 5 Mei 2020 kemarin menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak dalam rangka meminta masukan khusus cara memberikan informasi kepada masyarakat dan menangkal berita-berita hoax yang semakin marak.

Pihak yang hadir dalam pertemuan itu berasal dari Komisi I DPRD Maluku, Kepandam XVI/Pattimura, Kabid Humas Polda, BIN Daerah Maluku, Perwakilan Ombudsman, Dinas Kominfo, Humas Setda Maluku, Komnas HAM Perwakilan Maluku., Ikatan Dokter Indonesia Maluku, KPID, KIP, PWI, AJI dan IJTI. “Di sini saya minta masukan dan saran teman-teman bagaimana cara memberikan iformasikan kepadaasyarakat,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang Kasrul dalam rapat berlangsung di di Kantor Gubernur Maluku itu.

Masing-masing dari mereka yang hadir memberikan saran dan masukan. Kebanyakan menyarankan agar agar informasi yang keluar dari Harian Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Maluku harus sejalan dan satu pintu. Ini agar berita yang disampaikan masyarakat dapat di percaya.

PWI yang diwakili Skretaris PWI Kostan Ete, meminta agar setiap kendala harus diperhatikan serta informasi yang beredar di masyarakat terkait status pasien Covid 19 harus seimbang sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Maluku mengatakan, perlu klarifikasi setiap statmen yang dikeluarkan. Ini karena tidak boleh memberikan informasi yang dapat meresahkan masyarakat sebab hal itu telah melanggar kode etik kedokteran. Kemudian sosialisasi bahaya virus Covid- 19 harus selalu disampaikan kepada masyarakat, karena masih ditemukan ada masyarakat yang masih kumpul-kumpul dan sepertinya masyarakat belum memahami dampak dari Covid-19.

Sementara Komisi 1 DPRD Provinsi Maluku yang Eddyson Sarimanela, meminta agar setiap pemberitaan yang dikeluarkan oleh gugus tugas jangan kalah cepat dari orang yang suka memberitakan berita hoax melalui media sosial, sehingga masyarakat tidak menerima berita dari sumber yang tidak jelas yang dapat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Ambon Tajudin Buano mengatakan, perlu dibentuk suatu tim yang ditugaskan untuk melawan berita Hoax melalui media sosial.

Untuk media Tajudin menyarangkan agar setiap berita yang akan dimuat harus terlebih dulu menanyakan keakuratan informasi tersebut dari sumber yang dipercaya sehingga berita yang muat tidak menjadi bola liar di kalangan masyarakat. “Perlu ada tim untuk mencek fakta-fakta agar masyarakat tidak termakan isu hoax,” ungkapnya.

Wakapendam XVI/Pattimura menambahkan, dari Kodam menyarankan agar penanganan Covid-19 harus melibatkan seluruh Komponen Masyarakat dan para tokoh agama dalam mensosialisasikan bahaya Covid- 19, karena mereka yang berhubungan langsung dengan para jemaatnya.

Kabid Humas Polda Maluku, lebih banyak menyoroti tentang pemberitaan ada dua hal yakni berita hoax dan berita yang benar. Namun berita yang benar itu tidak dikonsumsi secara menyeluruh oleh masyarakat secara utuh. Lainnya halnya dengan berita hoax yang cepat sekali tersebar. ”Untuk itu, tanggung jawab kita bersama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa paham terkait dengan ancaman Covid-19,” ujarnya.

Sementara dari Komisi Informasi Publik yang diwakili Mochtar Touwe meminta untuk dibentuknya suatu Tim Medsos untuk mengklarilfikasi berita yang negatif yang beredar di media sosial dan di ganti dengan berita yang positif. (*)

========= ========= ======================
--------------------

Berita Populer

To Top