ACT | AKSI CEPAT TANGGAP MALUKU

Krisis Ekonomi Mendera Pedagang | ACT Siapkan Program Sahabat UMI

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Sudah lebih dari tiga bulan, Provinsi Maluku dilanda bencana Covid-19. Tak ayal, warga hampir sebagian besar mulai mengeluhkan adanya krisis ekonomi. Tak saja warga kelas menengah ke atas, bagaimana dengan warga ekonomi lemah ke bawah.

Krisis ekonomi menyerempet seluruh warga, termasuk para pedagang yang selama ini beraktivitas baik di pasar maupun pedagang rumahan. Perlahan, krisis ekonomi ini mulai dikeluhkan para pedagang, terutama di Kota Ambon.

Sejumlah pedagang di Kota Ambon mulai mengeluhkan adanya beban pembayaran yang harus mereka setor setiap saat. Hal ini berbanding terbalik dengan pendapatan mereka dalam berdagang di tengah wabah Covid-19, yang kian hari mengalami penurunan. Tak sedikit dari pedagang di Kota Ambon terancam gulung tikar, karena mulai kehilangan modal usaha.

Ibu Habiba (47), salah satu penjual jagung keliling dan sayur mayur di pinggir jalan di Kota Ambon turut merasakan adanya dampak buruk dari wabah Covid-19 ini.

Habiba memilih berdagang sayur-mayur di pinggir jalan, dilanjutkan dengan menjual jagung keliling, untuk membantu usaha suaminya, yang membuka bengkel kecil-kecilan di kawasan Ahuru, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Ia mengaku, usaha bengkel suaminya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sebab itu, memilih menjadi pedagang merupakan alternatif untuk membantu pendapatan suaminya, agar asap api terus mengempul di dapur.

Donasi Anda, Klik Gambar#INDONESIADERMAWAN

Beban untuk menghidupkan enam anaknya makin berat, seiring adanya wabah Covid-19 yang melanda daerah ini. Sebab, usaha dagangan sayur-mayur yang selama ini berjalan lancar, harus mandek-mandek karena pemberlakuan physical distancing oleh pemerintah.

Jagung rebus menjadi pilihan terakhir untuk terus dipertahankan di tengah wabah Covid-19. “Untuk beli dagangan di pasar ibu harus menghutang di pedangang. Bayar cicil-cicil atau sudah laku, baru mama bayar. Soalnya tidak ada modal yang besar,” kisah Habiba.

Sepuluh tahun sudah Habiba mengaku sebagai pedagang sayur-mayur dan berjualan jagung rebus. Meski demikian, Habiba tak putus asa untuk terus berusaha mempertahankan usahanya. “Di tengah pandemi penghasilan sangat menurun, untuk mendapatkan lima puluh ribu dalam seharipun sangat sulit dek. Untuk menghidupi anak-anak, saya harus berjualan walau sepih pembeli. Tetapi saya harus tetap berusaha agar anak-anak tidak menahan lapar,” urai Habiba, menyeka air matanya, ketika didatangi Tim ACT Maluku di rumahnya.

Habiba menaruh harapan besar dari warga umumnya, agar usahanya tetap berjalan. “Semoga masih ada masyarakat yang mau saling menolong. Setidaknya untuk modal usaha, dan semoga corona segera berakhir,” doa Habiba.

Habiba termasuk satu di antara sekian pengusaha lainnya di Kota Ambon yang saat ini merasakan kesulitan akibat pandemi Covid-19.

Guna membantu warga ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) untuk menumbuhkembangkan Usaha Mikro dengan dana sedekah dari para donatur.

Sahabat UMI merupakan sedekah modal kerja yang dikhususkan bagi pelaku usaha Perempuan pemilik usaha rumahan atau pedagang keliling yang terdampak pandemi Covid-19. Terealisasinya program ini dilandaskan oleh beberapa fakta yang terjadi di lapangan, ungkap Vice President ACT, Insan Nurrochman.

Tentu, meski demikian, ACT memiliki kriteria untuk membantu para pengusaha ini. “Para pemilik usaha harus memenuhi kriteria diantaranya penggerak usahanya adalah perempuan dari keluarga prasejahtera dengan skala rumahan atau pedagang keliling, modal usaha di bawah Rp1juta. Produk siap jual (bukan dropshipper atau barang ada jika ada pesanan), tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya, wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya, tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya, dan tidak menggunakan dana tambahan modal untuk kebutuhan pribadi,” ungkap Insan.

Seluruh bantuan modal ini akan menjadi bantuan terbaik untuk para Ibu yang berjuang menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus menghidupkan sektor usaha mikro.

Agar program ini tetap lancar, ACT terus membuka donasi bagi para donatur melalui, www.indonesiadermawan.id. “Semoga ikhtiar ini menjadi bentuk tanggungjawab dan kontribusi sosial sahabat kepada masyarakat demi mengembalikan perekonomian bangsa,” pesan Insan. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top