NEWS UPDATE

Pelaku Perjalanan Wajib Rapid Test

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang, menegaskan, setelah jalur transportasi udara di Maluku dibuka pada 10 Mei 2020 mendatang, maka setiap pelaku perjalanan yang berangkat wajib memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Yakni, melakukan test kesehatan menggunakan metode rapid test (RDT) dan mengantongi surat tugas.

“Untuk Maluku tanggal 10 Mei sudah mulai ada komersil. Jadi siapapun yang ingin berangkat, persyaratan harus lengkap. Diantaranya, test RDT negatif, kemudian pelaku perjalanan dalam rangka tugas atau bisnis itupun harus ada surat tugas dan lain-lain,” tegas Kasrul, dalam jumpa pers di lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Kamis, 7 Mei 2020.

Ia menjelaskan, persyaratan bagi setiap pelaku perjalanan tersebut telah dirapatkan antara Tim GTPP Covid-19 Provinsi Maluku, PT. Angkasa Pura (Persero), Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Pangkalan TNI AU (Lanud) Pattimura, TNI Angkatan Laut (AL), Polda Maluku dan pihak Kodam XVI/Pattimura.

“Jadi tadi (kemarin) kita sudah rapat bersama, tetapi belum final. Dan kita harus siap karena ini suda kebijakan nasional, penjabarannya dari Permenhub Nomor 25 itu sendiri. Tadi kita juga bahas kalau kira-kira pelaku perjalanan sampai sini (Ambon), lalu dikarantina di hotel, seperti apa perlakuan di hotelnya,” jelas Kasrul.

Dikatakan Kasrul, dari total anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19 hasil rasionalisasi APBD Provinsi Maluku tahun 2020 sebesar Rp 178 miliar, telah terpakai sebesar Rp 12 miliar.

“Anggaran Rp 178 miliar itu dibagi tiga dalam penanganan Covid-19. Yakni, keselamatan dan kesehatan sebesar Rp 68 miliar, daya tahan ekonomi sebesar Rp 53 miliar, dan jaringan pengamanan sosial sebesar Rp 37 miliar,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rasionalisasi APBD tahun 2020 sebesar Rp 178 miliar itu juga akan diperuntukan membiayai kegiatan-kegiatan pemberdayaan berupa padat karya di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, serta infrastruktur lainnya.

“Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah kita perintahkan untuk memaksimalkan kegiatan-kegiatan pemberdayaan berupa karya di sektor masing-masing guna meningkatkan perekonomian di Maluku. Dan Gugus Tugas juga akan maksimal mendistribusikan alat pelindung diri (APD) dan peralatan medis lainnya ke daerah-daerah,” terang Gubernur Maluku Murad Ismail, dalam jumpa pers beberapa waktu lalu. (RIO)

========= ========= ======================
--------------------

Berita Populer

To Top