KABUPATEN MALTENG

Penyu Raksasa Gemparkan Warga Asilulu, Malteng

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Warga di Negeri Asilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah digemparkan dengan adanya penemuan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) berukuran panjang 180 cm, di pantai Negeri Asilulu, Kecamatan Leihutu, Kabupaten Malteng, Jumat, 22 Mei 2020 sekira Pukul 07.00 WIT.

Nahasnya, Penyu Belimbing langka dengan lebar badan 140 cm dan tingggi 50 cm itu ditemukan dalam kondisi sudah mati. Demikian release Balai KSDA Maluku, yang diterima rakyatmaluku.com, Sabtu, 23 Mei 2020.


Dijelaskan, bangkai Penyu malang pertama ditemukan oleh salah satu nelayan, saat hendak berangkat memancing di sekitaran perairan pantai desa itu. Bangkai penyu tersebut kemudian dibawa menuju tepi pantai dan dilaporkan kepada salah satu petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Dirjen Penataan Ruang Laut, yang tinggal di sekitar desa tersebut, untuk kemudian dilaporkan kepada petugas Balai KSDA Maluku.

Mendapatkan laporan dari petugas KKP tersebut, petugas Balai KSDA Maluku beserta petugas dari Loka PSPL Sorong, segera menuju lokasi penemuan untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi terhadap bangkai penyu itu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap bangkai penyu itu, diketahui bahwa penyu tersebut berjenis kelamin betina dengan panjang 180 cm, lebar badan 140 cm dan tinggi 50 cm.

Kondisi badan penyu terdapat banyak bekas luka yang kemungkinan diakibatkan oleh benturan benda keras seperti batu dan karang.

Tim dari BKSDA Maluku masih mencari tahu penyebab matinya penyu langkah yang baru pertama disaksikan warga di sekitar Desa Asilulu. Dugaan sementara, penyu ini mati karena terseret ombak besar dan terbentur benda-benda keras seperti batu dan karang.

Menurut keterangan yang dihimpun BKSA Maluku dari warga, jenis penyu raksasa seperti ini tidak pernah ditemukan di perairan Desa Asilulu.

Untuk itu, warga mengharapkan agar pihak terkait melakukan sosialisasi atau penyuluhan terkait penanganan satwa laut, jika sewaktu-waktu masyarakat menemukan satwa yang terdampar kembali.

Sehubungan kondisi di sekitar lokasi temuan bangkai penyu yang sudah mulai ramai oleh masyarakat, serta untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19, maka petugas Balai KSDA Maluku segera membawa bangkai penyu tersebut untuk dimusnahkan.

Penyu belimbing itu kemudian ditanam di sekitar komplek Perumahan Pegawai BKSDA Maluku, Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Proses pemusnahan penyu itu disaksikan oleh petugas dari Balai KSDA Maluku, PSDKP Ambon, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan Loka PSPL Sorong. (*)


========= ========= ======================
--------------------

Berita Populer

To Top