BERITA COVID-19

Tiga Meninggal di Ambon, Asal Mardika Positif Corona

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Tiga warga di Kota Ambon dilaporkan meninggal di tengah wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19) melanda daerah ini. Ketiganya meninggal dalam waktu yang berbeda, yang salah satunya meninggal pada Rabu, 6 Mei 2020, sekira Pukul 19.10 WIT hari ini.

Mirisnya, warga yang meninggal hari ini dengan inisial LS karena terpapar virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Demikian dibenarkan Ketua Harian Tim GTPP Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, malam ini.

Menurut Kasrul, setelah LS meninggal, pihaknya langsung konfirmasi ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP), dan hasil yang didapatkan bahwa LS terkonfirmasi positif Covid-19 pada pukul 19.00 WIT. “Hasil pemeriksaan swabnya positif Covid-19, dan ini terkonfirmasi setelah bersangkutan meninggal dunia,” jelas dia.

BACA, Pedagang Mardika Meninggal Reaktif Corona

Terkait pemakaman warga yang selama ini berjualan di Pasar Mardika Kota Ambon ini, kata Kasrul, tetap menggunakan standar prokoler WHO, dan akan dilakukan di TPU Hunuth. “Pasiennya positif Covid-19. Hasil koordinasi dengan Pemkot pemakaman akan dilakukan di TPU Hunuth,” jelas dia.

Kondisi aktifitas warga di Pasar Mardika

Sejak LS masuk rumah sakit dan menjalani pemeriksaan, Kasrul mengakui, Tim GTPP Kota Ambon langsung menindaklanjutinya dengan melakukan tracking untuk mengetahui warga yang kontak langsung dengan LS. Bersamaan dengan LS, Kasrul mengakui masih ada dua pasien lainnya yang kini menjalani pemeriksaan intensif di RSUD Kudamati Ambon.

LS sendiri rinci Kasrul, dirujuk ke RSUD dr Haulussy, Kota Ambon pada Minggu, 3 Mei 2020. Setelah masuk, tim melakukan pemeriksaan awal dengan rapid diagnosis test (RDT). Hasilnya reaktif, sehingga langsung ditempatkan di ruang isolasi. “PDP yang berinisial LS meningal dunia. Almarhum meninggal usai Magrib.”

Terkait pihak keluarga LS, Kasrul mengaku sudah berkoordinasi dan keluarganya ikhlas untuk pemakaman ditangani langsung oleh Tim GTPP Covid-19 Maluku. “Keluarga juga sudah ikhlas. Hasil Swab juga positif Covid-19.”

Sementara terkait hasil polymerase chain reaction (PCR) untuk dua warga meninggal beberapa waktu lalu, kata Kasrul belum diterima.

Dua warga lainnya yang meninggal dan dikait-kaitkan dengan wabah Covid-19 yakni CA dan HT. Namun, hasilnya sampai kini belum diterima oleh Tim GTPP Covid-19 Provinsi Maluku. Hasil sementara, masih tetap reaktif Corona versi DRT.

CA (32) sendiri tutup usia tanggal 1 Mei 2020, dan sempat menghebohkan warga di Maluku, karena dikait-kaitkan dengan wabah Covid-19. Sebelum wafat, CA sempat dirujuk ke RSUD dr Haulussy Kudamati Ambon untuk mendapatkan perawatan.

Salah satu tim medis RSUD Kudamati Ambon, dr Reinaldo Ferdinandus mengemukakan, awal pasien masuk dengan gejala sesak napas dan disertai batuk, serta lendir di paru-paru. Atas gejala sakit yang dialami CA, tim dokter kemudian menggunakan rapid test. Hasilnya, CA reaktif Corona. Lantaran diketahui memiliki gejala reaktif, CA langsung menempati ruang isolasi di RSUD dr Haulussy, Kudamati Ambon. Tak lama berada di ruang isolasi, CA dilaporkan sudah tutup usia di hari Jumat, 1 Mei 2020.

Untuk memastikan apa benar CA positif Covid atau tidak, tim GTPP Maluku masih menunggu hasil pemeriksaan dari Litbankes Jakarta.

Dua hari setelah itu, tanggal 3 Mei 2020, sekira Pukul 11.00 WIT, warga Kota Ambon kembali dihebohkan dengan meninggalnya HS (62). HS merupakan warga Batumerah, RT 17 RW 12, kelurahan Amantelu, Kota Ambon.

HS dirujuk oleh keluarganya ke RSUD Kudamati pada 01 Mei 2020, sekira Pukul 12.30 WIT.

Tiba di IGD RSUD Kudamati, HS langsung menjalani pemeriksaan medis yang dihandel oleh Dokter Spesialis Paru, dan Ahli Dalam. Pasalnya, HS mengalami riwayat penyakit Sakit Paru – Paru, Sesak Nafas serta DBD.

HS juga diperiksa dengan cara DRT. Dan, hasilnya reaktif Covid-19. Sebab itu, HS ditempatkan di ruang isolasi sebagaimana prosedur penanganannya.

Anehnya, atas pengakuan keluarganya, HS bukan pelaku perjalanan dari luar Maluku. HS juga tidak pernah berkumpul dengan warga penyintas Covid-19. Sama dengan CA, pihak RSUD Kudamati, Kota Ambon juga mengirimkan hasil Swab HS ke Litbankes Jakarta untuk diperiksa. Apakah terkait dengan Covid-19 atau tidak.

HS kemudian menjadi warga meninggal pertama yang dimakamkan di TPU Hunuth, pada tanggal 3 Mei 2020 kemarin.

Karo Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Maluku Melky Lohy, menjelaskan, meskipun hasil pemeriksaan kedua jenazah menggunakan metode rapid test menunjukkan reaktif Covid-19, namun harus ada hasil Swab yang diperiksa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). “Dua warga Kota Ambon berstatus PDP telah wafat ketika dirawat di ruang isolasi RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Namun, keduanya akan dinyatakan positif atau negatif Covid-19 setelah ada hasil Swab,” kata Melky kepada rakyatmaluku.com, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, sesuai petunjuk WHO serta surat edaran yang dikeluarkan pihak RSUD dr. M. Haulussy Ambon, maka pasien tersebut akan dimakamkan dengan menggunakan protokol Covid-19. “Demi pencegahan, meskipun belum terkonfirmasi positif, tapi sudah diberlakukan seperti pasien yang sudah terkonfirmasi. Seperti keluar dari ruang isolasi, ke kamar mayat, hingga perlakuan sampai ke tingkat pemakaman, termasuk PDP gejala ringan sekalipun,” jelas Lohy.

Ia membenarkan, HT dirujuk keluarganya ke RSUD dr. M. Haulussy Ambon, karena mengalami sakit. Tiba di rumah sakit, HT divonis reaktif Covid-19 setelah dites menggunakan DRT. “Pihak rumah sakit langsung melakukan isolasi tehadap pasien sesuai dengan standar ketentuan penanganan pasien Covid-19,” sebut Lohy.(TIM)

========= ========= ======================
--------------------

Berita Populer

To Top