ACT | AKSI CEPAT TANGGAP MALUKU

ACT Maluku Gencar Salurkan Modal Usaha untuk Pedagang Rumahan

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Maluku terus gencar memberikan bantuan modal usaha untuk pedangan kecil dari keluarga prasejahtera, yang konsen membuka usaha di rumahnya.
Khususnya di hari Jumat, 5 Juni 2020 kemarin, aksi penyaluran bantuan modal usaha berhasil diberikan kepada sepuluh pelaku usaha rumahan di wilayah Kota Ambon.

Klik Gambar untuk menyalurkan donasi anda bersama #INDONESIADERMAWAN

Para pedagang rumahan yang terdiri dari ibu-ibu itu tersebar di wilayah; empat pedagang di komplek IAIN Ambon, lima pedagang di kawasan bibir jalan menuju Air Besar dan dua pedagang di komplek Batumerah Dalam, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Para pedagang ini mendapatkan bantuan dalam program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) yang dilaksanakan oleh ACT Maluku.

Bantuan untuk masyarakat prasejahtera ini, dalam rangka mendongkrak usaha mereka di tengah wabah Covid-19, sehingga usaha mereka tetap dapat dipertahankan dengan terus meningkatkan physical distancing. Pasalnya, rata-rata para pedagang yang menerima bantuan ini sedang membuka usaha di rumahnya masing-masing.

Bagi ACT, kendati usaha para pedagang ini tergolong kategori kecil, namun tetap harus dibantu agar tidak redup di tengah wabah nasional non-alam ini. Apalagi, para pedagang ini rata-rata mengakui, kalau usaha yang mereka tekuni merupakan sumber utama untuk mempertahankan ekonomi keluarganya. Agar ekonomi warga ini tetap terjaga terutama selama pandemi Covid-19, maka program UMI yang dilaksanakan ACT ini sangat membantu mereka.

Kepala Cabang ACT Maluku, Wahab Loilatu, menjelaskan, bantuan modal usaha ini merupakan Program ACT yang dinamakan Sahabat UMI. Program ini untuk membantu usaha mikro, usaha kecil atau keluarga prasejahtera di tengah pandemi, agar mereka dapat mengembangkan usahanya.

Sementara salah satu ibu rumah tangga yang merupakan pelaku usaha kecil penerima bantuan, Sahama, mengaku dirinya sudah menekuni usaha gorengan selama kurang lebih empat tahun.

Ia mengakui, pendapatannya mengalami penurunan drastis selama daerah ini dilanda bencana wabah Covid-19. Tentu, hal ini sangat berpengaruh terhadap perputaran modal usahanya. Sehingga, akui Sahama, kehadiran bantuan langsung dari ACT Maluku dalam program Sahabat UMI, seolah menjadi penyemangat mereka untuk tetap menjaga jualannya kepada pelanggan.

Sebagai pelaku usaha, Sahama, mengaku kerap meminjam modal dari koperasi. Namun, belakangan mengalami kendala seiring adanya pandemi Covid-19. Sebab, pendapatannya tidak sebanding hari-hari biasanya sebelum wabah ini melanda Maluku, khususnya Kota Ambon. “Sebelum pandemi pendapatan sangat bagus. Selama corona ini, pendapatan kami tidak lebih dari Rp100 ribu,” akui Sahama.

Sebenarnya, ketika belum adanya Covid-19, kebutuhan rumah tangga dapat terbantukan dari pekerjaan buruh kasar suaminya. Namun, suaminya juga kini tidak dapat bekerja lagi, lantaran adanya pembatasan sosial untuk pencegahan Covid-19. Sembari menerima bantuan dair ACT Maluku, Sahama mendoakan agar program yang dilaksanakan oleh ACT Maluku ini dapat terus sukses, sehingga pelaku usaha kecil seperti mereka, dapat mempertahankan usahanya, meski daerah ini dilanda bencana seperti Covid-19. (ACT)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top