NEWS UPDATE

Kapolda Beber Isi Ponsel John Kei

Aparat Polda Metro Jaya telah memeriksa telepon genggam atau ponsel milik John Refra Kei alias John Kei terkait aksi penyerangan terhadap Nus Kei dan seorang berinisial ER.

Pemeriksaan polisi mengungkap adanya perintah langsung dari John kepada anak buahnya untuk membunuh Nus Kei.

“Kami buka telepon genggam pelaku ini. Ada perintah dari John Kei ke anggotanya, indikator dari pemufakatan jahat adanya perencanaan pembunuhan terhadap Nus Kei dan ER atau YDR,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Senin (22/6).

Sebelum menghabisi Nus Kei dan ER, kata Kapolda, anak buah John Kei terlebih dahulu melontarkan ancaman melalui pesan singkat.
ER akhirnya tewas dibacok saat diserang oleh anak buah John Kei di daerah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6) pagi sekitar pukul 11.30 WIB.

Pada hari yang sama, kelompok John Kei juga menyerbu kawasan Green Lake City di Tangerang Kota. Akibatnya, dua orang dilaporkan terluka.

“Penganiayaan diduga dilakukan oleh kelompok John Kei, berjumlah lima sampai tujuh orang terhadap kelompok Nus Kei yang terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Satu orang meninggal dunia atas nama ER. Yang bersangkutan meninggal karena luka bacok di beberapa tempat,” tandas Kapolda.

Peristiwa pengeroyokan dengan senjata tajam yang berujung tewasnya Yustus pada Minggu siang kemudian viral di media sosial dan dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian.

Tidak hanya itu, pada hari yang sama anak buah John Kei juga melakukan pengerusakan di rumah Nus Kei dan merusak satu unit kendaraan roda empat milik tetangga Nus Kei di Cipondoh, Tangerang.

Atas kejadian tersebut Tim Gabungan Polda Metro Jaya kemudian melakukan penangkapan terhadap John Kei dan 29 orang anggota kelompoknya.

Penyidik Polda Metro Jaya juga telah menetapkan John Kei dan 29 anggota kelompoknya sebagai tersangka.

Adapun pasal yang dikenakan kepada para tersangka ini adalah Pasal 88 terkait pemufakatan jahat, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 tentang penganiayaan, Pasal 170 dan UU darurat No 12 Tahun 51.

Barang bukti yang turut disita petugas antara lain 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Berdasar pantauan dari siaran televisi, John Kei dan anak buahnya nampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye saat dikenalkan ke publik.

Karena pandemi virus COVID-19 masih terjadi, mereka juga memakai masker sebagai protokol kesehatan.

“Diketahui bahwa Minggu kemarin, saat dibukanya CFD (Car Free Day), kita (kepolisian) dikejutkan dengan aksi brutal atau premanisme di Jakarta Barat dan Tanggerang dari kelompok John Kei, saya akan merilis kasus tindak pidana sengaja dan berencana merampas nyawa orang lain,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya.

John Kei sendiri nampak mengenakan pakaian tahanan tetapi tidak dikancing. Dia terlihat memakai baju dalaman berwarna merah.

Dalam kesempatan itu, John Kei sempat berbicara langsung dengan Kapolda Metro Jaya.

Selain menunjukan John Kei ke publik, polisi juga memperlihatkan sejumlah barang bukti yang disita saat mengamankan mereka.(ant/jpnn)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top