HUKRIM

Polisi Tetapkan 11 Tersangka Atas Pengambilan Paksa Jenazah di Ambon

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Tim penyidik polisi dari Polresta Ambon dan Pp Lease menetapkan sebelas tersangka dalam kasus pengambilan paksa jenazah HK (56), warga Maluku Tengah yang meninggal di RSUD Haulussy, Kota Ambon. Pengambilan paksa jenazah HK dari Tim Pemakaman Gustu Covid-19 berlangsung menegangkan tepat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Jumat, 26 Juni 2020 pekan kemarin.


Dari sebelas warga yang ditetapkan tersangka, tiga orang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy. Sementara delapan lainnya sebagai tersangka pengambilan paksa jenazah HK di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Kasat Reskrim Polresta Ambon dan Pp Lease, AKP Gilang Prasetya, menyebutkan, delapan tersangka itu; AM, HL, BY, SI, SU, SD, NI, dan YN. “Sudah. Kami sudah lakukan pemeriksaan saksi. Ada empat orang saksi. Pengambilan hasil visum, dan bukti lainnya. Untuk sampai dengan saat ini, kami telah menetapkan tiga orang tersangka yang akan kami lakukan pemeriksaan besok (Senin, 29 Juni). Kalau penghadangan terhadap petugas dan pengambilan jenazah, ada delapan orang,” jelas Gilang, saat dihubungi rakyatmaluku.com Minggu, 28 Juni 2020.

Menurut Gilang, tiga tersangka penganiyaan terhadap JO, merupakan orang dekat almarhum. Sedangkan delapan tersangka penghadangan dan pengambilan paksa jenazah Covid-19, merupakan warga sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

“Nanti kita lihat benang merahnya. Kan itu rentetan dari RSUD. Itu kan satu rangkaian. Apakah ada korelasinya atau tidak? Saat ini kita parsial dulu. Di RSUD kita jalan (sidik) kemudian di Batumerah kita jalan, nanti ketemu di tengah,” terang Kasat. Tersangka di kasus RSUD dikenakan Pasal 170 KUHP. “Kalau untuk delapan tersangka itu dikenakan Pasal 214 KUHP jo 93 UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan. Melawan petugas yang melakukan tugas yang sah,” tegas dia.

Khususnya buat pengambilan jenazah, masalahnya masih akan dikembangkan lagi. Pasalnya, sebelum jenazah HK diambil keluarga, ada seseorang yang menghadang mobil pengawalan jenazah. Penghadangan mobil kawal itulah, menjadi pemicu warga beramai-ramai menghadang petugas Covid. “Kemarin (Sabtu) empat orang kita tahan. Hari ini (Minggu) dua kita tahan, besok (Senin) kita periksa dua orang lagi. Satu wajib lapor. Yang wajib lapor, ibu-ibu. Yang untuk sementara delapan orang dulu. Nanti selesaikan dulu, dikembangkan. Potensinya ada. Nanti lihat dulu, kan kita lihat dari saksi-saksi yang ada. Seperti apa nanti.”

Sebelumnya, Jumat, 26 Juni pukul 09.00 WIT, seorang perawat RSUD Haulussy berinisial JO dianiaya keluarga HK di depan kamar mayat. Ia dipukul hingga pakaian APD-nya robek. Jumat sorenya, 15.00 WIT, warga di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batumerah, Kota Ambon, menghadang tim pemakaman Gustu Covid-19 yang hendak menuju lokasi pemakaman TPU Hunuth, guna memakamkan jenazah HK. Di tengah perjalanan, massa menghadang iring-iringan dan mengambil paksa jenazah yang berada di Ambulans RSUD dr Haulussy, dan dibawa keluar menuju rumah keluarga HK. Aksi ini, menyebabkan kemacetan dan proses pemakaman HK menjadi terlambat. Setelah dimediasi oleh Tim Gustu, akhirnya proses pemakaman terhadap jasad HK dapat dilakukan tepat di kawasan Kolam Sembilan, Wara, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, pada Jumat, 26 Juni 2020, sekira Pukul 19.20 WIT. (AAN)

Baca juga, | Pemakaman HK, Ini Penjelasan Sekda Maluku |  Warga Turunkan Jenazah dari Ambulans Covid-19


======================
--------------------

Berita Populer

To Top