HUKRIM

Dijanjikan PNS, Puluhan Honorer Kemenag Maluku Setor Puluhan Juta

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, berinisial SL dan RA, terancam dilaporkan kepada aparat kepolisian bila tidak mengembalikan uang ratusan juta milik puluhan pegawai honorer yang ditipu.


Informasi yang diterima puluhan pegawai honorer itu dengan modus akan diangkat menjadi ASN pada pengangkatan Honorer K2, Tahun 2017 di lingkup Kemenag Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dalam melancarkan aksi penipuan itu, SL bertindak sebagai pihak kedua, penghubung sekaligus pencari order. SL sendiri menetap di Kecamatan Salahutu. Sementara RA, yang adalah ASN di lingkup Kemenag SBT bertindak untuk menjamin puluhan korban diangkat menjadi ASN.

Kedua ASN pada lembaga Iklas Beramal itu menyasar para korban yang sebagian besarnya berasal dari Negeri Tulehu dan Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Tak tanggung-tanggung, uang yang dimintakan sebagai imbalan bervariasi, terendah Rp20 juta dan paling banyak melebihi angka Rp50 juta.

Beberapa korban yang berhasil dihubungi mengungkapkan, awalnya mereka mempercayai janji yang disampaikan kedua ASN di lingkup Kemenag itu. Sebab, dalam melancarkan aksinya, kedua ASN Kementerian Agama itu juga membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai 6000 dengan menggaransikan para korban lolos dalam pengangkatan Honorer K2.

Santi Ohorella, warga Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mengaku menyetor uang senilai Rp30 juta kepada SL untuk selanjutnya disetorkan ke RA, di SBT. “Saya dimintai untuk memberikan uang sebesar itu dan saya berikan. Tetapi dalam perjalanannya, nama kami tak kunjung ditetapkan sebagai ASN. Kami berikan bukan kami datang mencari-cari, tetapi mereka yang menawarkan dengan penuh keyakinan,” ungkap Santi.

Dikatakan, pasca mengetahui, aksi yang dilancarkan kedua ASN Kementerian Agama itu merupkan aksi penipuan, dia lantas mencoba untuk menghubungi SL dan RA untuk meminta uangnya segera dikembalikan. Sayangnnya, dia hanya dijanji, uangnya belum sepersenpun itu dikembalikan.

Santi mengungkapkan, korban penipuan bukan hanya dia, terdapat puluhan orang. Selain di Tulehu, adapula Warga Negeri Liang yang tertipu. “Setahu saya, lebih dari 10 orang. Dan salah satu tetangga saya itu menyetor uang sebesar Rp 60 juta,” tambahnya.

Hal serupa juga diakui, Hj. Ani. Warga Negeri Tulehu ini mengatakan, ikut memberikan uang sebesar RP 40 juta sebagai tebusan agar anaknya bisa diangkat menjadi PNS dalam pengangkatan Honorer K2 itu. “Mereka yang meminta uang itu sebagai imbalan. Bukan kami yang menawarkan. Dan saya serahkan langsung ke SL. Ada kwitansi yang ditandatangani bersangkutan,”katanya.

Dia mengaku, penipuan ini pernah dilaporkan ke Polsek Kecamatan Salahutu. Di Polsek, SL membuat pernyataan untuk siap mengembalikan uang itu. Hanya saja sejak 2019 kemarin hingga saat ini belum sepenuhnya dikembalikan. “Masih ada Rp15 juta yang belum dikembalikan,” tambah Hj.Ani.

Pengakuan sama juga disampaikan Nema, salah satu warga yang pernah menetap di Tulehu. Nema mengaku, diiming-imingi untuk lolos pengangkatan Honorer K2.”Saya juga setor uang cash sebesar Rp 40 Juta. Uang itu diambil langsung oleh SL dirumah saya. Ada surat pernyataan yang dibuat termasuk kwitansinya. Sampai sekarang masih saya simpan,”akui Nema.

Kala itu kata Nema, usai mengambil uang Rp 40 juta, SL mengaku akan menyetornya ke RA selaku pihak pertama dilingkup Kemenag SBT. “Uang saya baru dikembali belum separuh. Dan yang bersangkutan tidak bisa saya hubungi lagi karena sering ganti-ganti nomor.” Nema pun mengaku tidak sendiri, ada beberapa orang lain juga menjadi korban dari aksi tidak terpuji, ASN Kementerian Agama itu.(CIK)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top