HUKRIM

Eks Sekda Buru Dipindahkan ke Kejati dengan Uang Rp2,2 M

RAKYATMALUKU.COM – BURU, – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaf, dan mantan Bendahara Setda, La Joni, diserahkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku, Rabu, 29 Juli 2020.


Selain kedua tersangka kasus dugaan korupsi uang makan minum Pemkab Buru Tahun 2015-2017, Penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp.2.216.300.000. Uang ini merupakan hasil yang diperoleh penyidik dari mantan Sekda dan Bendahara itu.

Kapolda Maluku Serahkan Sapi ke Pengurus Masjid At-Taqwa

“Uang ini yang disita dari kedua tersangka. Jadi dari Rp 11 miliar yang berhasil diamankan penyidik itu Rp2 miliar lebih ini,” kata Ditektur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Eko Santoso, kepada rakyatmaluku.com.

Lanjut Kombes Eko, penyerahan kepada JPU itu melalui rekening penampungan Kejati Maluku di Bank Mandiri dan penyerahan dokumen keuangan berlangsung di Kejati Maluku.

Sementara untuk tersangka sendiri, sekitar pukul 10.30 WIT, dilaksanakan penyerahan di Kejari Namlea dan diterima oleh Jaksa Achmad Attamimi, SH. “Kedua tersangka langsung ditahan saat itu juga, ” terang Dirreskrimsus.

DPRD Desak Pemkab SBB Perhatikan Nasib Nelayan Desa Waihatu

Dia menjelaskan, penetapan Ahmad Assagaf dan La Joni sebagai tersangka dilakukan penyidik, usai acara gelar perkara yang dihadiri oleh pengawas internal (Irwasda) dan Propam. “Hasilnya memang telah terjadi tindak pidana korupsi, dan berdasarkan alat bukti maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” jelas dia.

Atas perbuatannya, kedua pejabat tersebut terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-undang RI Tahun 1999 junto Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top