HUKRIM

Guru di Namlea Kecewa Kinerja Jaksa

Korwil LGMI Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan, Iswar Wabula (tengah), didampingi salah satu guru SMA Negeri 1 Buru Umamit (kanan), saat menyerahkan surat pencabutan laporan dugaan penyelewengan dana BOS pada SMA Negeri 1 Buru tahun anggaran 2014-2019, kepada salah satu pegawai Kejari Buru (kiri), di Kantor Kejari setempat, Selasa, 30 Juni 2020.

| Laporan Kasus Dana BOS Dicabut

RAKYATMALUKU.COM – BURU,- Sejumlah guru SMA Negeri 1 Buru didampingi Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Wilayah Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel), resmi mencabut laporan atas kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMA Negeri 1 Buru tahun anggaran 2014-2019, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Selasa, 30 Juni 2020.

Menurut Koordinator Wilayah (Korwil) LGMI Kabupaten Buru dan Kabupaten Bursel, Iswar Wabula, dicabutnya laporan tersebut lantaran sejumlah guru SMA Negeri 1 Buru sebagai pelapor, merasa kecewa dengan kinerja Jaksa Penyelidik, yang tidak pernah melakukan rangkaian penyelidikan terhadap kasus yang dilaporkan sejak 21 November 2019.

“Sejak kasusnya dilaporkan, pihak guru dalam hal ini pelapor sering menanyakan perkembangan kasusnya. Namun Jaksa selalu beralasan lain. Olehnya itu, hari ini (kemarin) kami resmi mencabut laporan, dan akan kembali melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Maluku atau ke Polda Maluku,” ungkap Iswar, kepada koran ini, via selulernya, kemarin.

Ia juga mengungkapkan, alasan tidak diprosesnya laporan penyelewengan dana BOS pada SMA Negeri 1 Buru, yang disampaikan pihak Kejari Buru, diantaranya, sesuai perintah pimpinan kejaksaan bahwa penanganan kasus korupsi di tengah pandemi Covid-19 sementara ditangguhkan. Dan jika ingin melakukan penyelidikan, maka harus menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Pak jaksa mengatakan kepada kami bahwa karena ada Covid-19, maka kasus korupsi di Indonesia sementara ditangguhkan. Dan jika ingin kasusnya diselidiki, maka harus dengan APD, sedangkan baju APD mahal harganya, makanya belum bisa melakukan penyelidikan,” beber Iswar, mengulang pernyataan Kasi Intel Kejari Buru Weny F. Welmasira.

Terhadap alasan Kasi Intel Kejari Buru Weny F. Welmasira, yang dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugas penegakan hukum, ia menduga telah terjadi kongkalikong antara oknum di Kejari Buru dengan pihak terlapor, dalam hal ini MT selaku kepala SMA Negeri 1 Buru, LS selaku bendahara BOSNAS, dan AD selaku bendahara BOSDA.

“Sangat mustahil jika pihak kejaksaan sebagai lembaga pemberantasan Tipikor, dengan sengaja mendiamkan suatu kasus yang dilaporkan merugikan keuangan negara hingga milyaran rupiah ini, jika tidak ada unsur apa-apa. Jadi, kami menduga telah terjadi kongkalikong antara oknum di Kejari Buru dengan para pihak terlapor, sehingga kasusnya sengaja tidak diproses,” tandasnya.

Ia juga mengatakan telah melayangkan surat tembusan kepada Badan Pengawas Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta, dan Badan Pengawas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku di Ambon, untuk mengevaluasi kinerja Kejari Buru. Dengan maksud mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Korps Adhyaksa dalam penegakan hukum.

“Surat pancabutan laporan penyelewengan dana BOS pada SMA Negeri 1 Buru ini, juga tembusannya dikirim ke Kejagung RI dan Kejati Maluku, dengan disertai alasannya. Sehingga, sangat diharapkan ada tindakan tegas terhadap kinerja Kejari Buru yang tidak profesional itu,” pungkas Iswar.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Buru Weny F. Welmasira, yang coba dikonfirmasi koran ini via selulernya beberapa kali, tak kunjung menerima panggilan. Padahal, nomor handphonenya (HP) berdering alias aktif.

Terpisah, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku Muhammad Iwa, yang juga dikonfirmasi koran ini, mengatakan, Kejati Maluku siap menerima laporan penyelewengan dana BOS pada SMA Negeri 1 Buru. Selain itu, ia juga berjanji akan memanggil kepala Kejari Buru, untuk diminta keterangannya terkait alasan tidak diprosesnya laporan dugaan penyelewengan dana BOS tersebut.

“Boleh, laporkan saja ke kita, nanti kita tindaklanjuti kasusnya. Nanti saya juga akan panggil kepala Kejari Buru. Akan saya tanyakan langsung alasan tidak diprosesnya laporan para guru SMA Negeri 1 Buru itu,” janjinya. (RIO)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top