KABUPATEN MBD

Nara MBD Sukses Gelar Webinar Soal Blok Masela

RAKYATMALUKU.COM – TIM Narasi Maluku Barat Daya yang disingkat Nara MBD sukses menggelar diskusi webinar melalui aplikasi Zoom dengan topik siapkah ‘Bumi Kalwedo Menyambut Blok Masela?’.


Webinar berlangsung, Kamis, 30 Juli 2020 selama dua jam lebih, mulai 16. 30 WIT dengan menghadirkan tiga narasumber; Anggota Komisi VII DPR RI, Mercy CH Barends, Prof A Watloly dari kalangan akademisi dan Hengky Pelata, Anggota DPRD Provinsi Maluku.

Webinar ini diikuti seratusan audens yang berasal dari kalangan mahasiswa, pemuda dan tokoh-tokoh masyarakat MBD.

Mercy Barends pada kesempatan itu memaparkan tentang manfaat kehadiran Blok Masela bagi daerah penghasil, baik Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) maupun Kabupaten Maluku Barat Daya serta apa saja yang harus disiapkan pemerintah MBD dalam menyambut eksploitasi gas abadi tersebut.

Menjawab pertanyaan audens, Mercy ungkapkan bahwa sepengetahuan dirinya, dana CSR dibagi merata untuk Kabupaten KKT dan MBD. Namun untuk MBD lebih banyak dipakai untuk beasiswa anak-anak daerah untuk kuliah, termasuk dibidang migas. Namun untuk KKT lebih banyak dipakai untuk pemberdayaan masyarakat, seperti pengembangan tenun Tanimbar dan lain sebagainya.

Sementara Prof Watloly dalam pemaparannya menyampaikan tentang dampak-dampak sosial yang harus diantisipai Pemerintah Kabupaten MBD bersama masyarakat setempat.
Hengky Pelata membawakan materi tentang penyusunan Ranpera Badan Usaha milik daerah Persero Maluku Energi Abadi yang sementara dikerjakan oleh lembaga legislatif itu.

Soal Ranperda badan usaha milik daerah persero yang bernama Maluku Energi Abadi dan penyertaan modal bagi Maluku Energi Abadi dengan gambaran ketentuan undang-undang sebagai dasar, tujuannya adalah mengelolah potensi sumber daya alam di Maluku.

Hengky pelata Pelata juga mengungkapkan, dalam penyusunan RAMPERDA yaitu mengenai tenaga kerja. Anak Daerah KKT dan MBD diperjuangkan untuk mengambil bagian dalam direksi sesuai Permendagri 37 tahun 2012.

Dibahas juga soal manfaat Blok Masela baik di hulu yaitu eksplorasi dan produksi, maupun di hilir yaitu pengolahan, pemasaran dan distribusi membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang besar dengan high qualified, sehingga membuka peluang bagi anak daerah bukan saja yang punya kompetnsi bidang migas, tetapi juga kompetensi lainnya.

Terkait dengan tantangan aktual di berbagai sektor dalam menyambut Blok Masela, diharapkan Pemkab memperhatikan kesiapan di segala aspek terutama terkai tinfrastruktur dan SDM, karena berdasarkan survey BPS, MBD merupakan wilayah dengan infrastruktur dan SDM yang rendah.

Rekomendasi yang dihasilkan dalam diskusi webinar ini antara lain, Pemkab MBD harus segera membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang migas termasuk Blok Masela.

Selain itu, Pemkab MBD agar segera menindaklanjuti dan menginterpretasikan MoU peningkatan SDM dengan INPEX dalam bentuk persiapan tenaga kerja anak daerah untuk menyambut Blok Masela.

Yang ketiga adalah aar Pemkab MBD bersinergi dengan DPRD setempat untuk menyusun Roadmap program pengembangan dan pemberdayaan multi sektoral di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Point keempat dan kelima rekomendasi adalah masyarakat MBD agar egera menggali potensi kearifan lokal dan membranding diri untuk persiapan menyambut pembukaan lapangan kerja.

Untuk diketahui, Webinar NARA-MBD seri 2 akan membahas sudut pandang pemerintah/eksekutif menyangkut implementasi Blok Masela di Provinsi Maluku serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). (NAM)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top