HUKRIM

Polisi Beber Pesta Sabu Pejabat Pertamina

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Janji Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol Cahyo Hutomo bahwa data-data kasus narkoba yang melibatkan pejabat di PT Pertamina disampaikan, Selasa, 30 Juni 2020 akhirnya ditepati.

Penangkapan terhadap Kepala Keuangan Pertamina Transit Terminal BBM Wayame Ambon ALL (36) bersama MSS salah satu pegawai honorer di perusahaan milik negara, saat melakukan pesta sabu itu akhirnya dibeberkan oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat kepada Rakyat Maluku, Selasa, 30 Juni 2020.

Menurut Ohoirat, berkas keduanya sudah dikirim penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku ke penuntut umum di Kejaksaan Tinggi Maluku untuk diteliti jaksa.

Setelah berkas ALL, yang sebelumnya dalam pemberitaan Rakyat Maluku disebut inisial H, diserahkan penyidik, enam hari kemudian, berkas MSS, pegawai honorer Petamina juga dilimpahkan. “Berkasnya (ALL) sudah dilimpahkan ke JPU tanggal 16 Juni 2020. Sementara berkas MSS, itu tanggal 22 Juni,” kata Kabid Humas di ruang kerjanya.

Dijelaskan, meskipun keduanya ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP) yang sama, tapi berkas mereka dipisahkan. “Dipisahkan atau displit oleh penyidik. Jadi masing-masing jadi saksi kepada yang lain. Ada juga saksi dari anggota. Anggota ini yang melakukan penangkapan,” jelasnya.

Disampaikan, setelah tahap I kasus narkoba itu, pihak Ditresnarkoba Polda Maluku, sementara menunggu hasil penelitian berkas kedua tersangka. “Karena sudah tahap I, jadi sementara penyidik tunggu dari jaksa. Kalau belum lengkap nanti dikembalikan jaksa ke penyidik agar dilengkapi,” imbuhnya.

Dikatakan, saat kedua tersangka ditangkap di rumah ALL, dan saat digeledah, ditemukan sabu seberat 0,10 gram. Atas perbuatan itu, mereka dikenakan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Saat diperiksa pera tersangka akui memakai (sabu). Hasil tes urine juga ahli mengatakan mereka positif,” ujar Kabid Humas.

Mantan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku itu lalu membeberkan kronologis penangkapan pejabat dan honorer di Pertamina itu.

Kata Ohoirat, penangkapan terhadap ALL dan MSS,dilakukan tanggal 31 Mei 2020 pukul 22.00 WIT di rumah ALL. Penangkapan itu berawal dari informasi yang diperoleh Ditresnarkoba. Ketika dapat kabar adanya pemakaian sabu di rumah ALL, anggota Ditresnarkoba langsung melakukan penyelidikan. “TKP di perumahan PT Pertamina Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon. Saat ditangkap dan dilakukan pengeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu paket sabu dikemas dalam plastik klem bening berat 0,10 gram. Anggota juga amankan bong (alat penghisa sabu), dan satu HP Vivo,” tandasnya.

Mantan Kapolres Maluku Tenggara itu membantah pihaknya bermaksud menutup kasus ini. Kasus narkoba, sambung Kabid Humas, memerlukan pendalaman. Karena itu, kasus ini baru disampaikan ke wartawan. “Selama ini teman-teman tanya bukan kita mau menutupi. Itu kan harus dilakukan pengembangan. Kasus narkoba ini beda dengan kasus-kasus lain,” pungkas Kabid Humas. (AAN)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top