HUKRIM

Tersangka Perebut Jenazah di Batumerah Nambah Dua Orang

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Satuan Reserse Kriminal Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus penghadangan petugas dan pengambilan paksa (perebutan) jenazah Covid-19 berinisial HK di Jalan Jenderal Sudirman, Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat, 26 Juni 2020.

Dua pria berinisial M dan SY itu diterapkan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi. Dengan penambahan dua tersangka ini, jumlah tersangka pada kasus perebutan jenazah itu menjadi 10 orang.
Sejauh ini, M dan SY belum ditahan.

“Iya, ada penambahan tersangka dua orang dan sudah fiks. Nanti kita periksa hari Kamis, 2 Juli 2020. Inisialnya satu M, sau lagi SY,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Ambon AKP Gilang Prasetya saat dihubungi Rakyat Maluku, Selasa, 30 Juni 2020.

Untuk peran kedua warga itu dalam aksi di Jalan Jenderal Sudirman beberapa waktu lalu, Gilang katakan, akan dilihat kemudian. Meskipun begitu, ia memastikan bahwa keduanya juga ikut menghadang dan pengambilan paksa jenazah. “Ada kewenangan peran yang signifikan. Tapi nanti kita lihat lagi dari hasil pemeriksaan ya,” jelasnya.

Ia juga mengaku, untuk kasus ini, Satreskrim masih terus bekerja. Pengembangan disertai penyelidikan berjalan terus. Mengingat, saat kejadian tersebut, ada banyak orang di TKP. Karena berdasarkan pemeriksaan terhadap banyaknya orang yang ada di TKP, baru penyidik bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka atau tidak.

“Ia nanti kan ada beberapa saksi juga yang akan diperiksa selain pemeriksaan saksi-saksi pada Senin, 29 Juni 2020. Jadi kasus ini masih pengembangan,’ ucap perwira dengan dua balok di pundak itu.

Disinggung terkait delapan warga yang sebelumnya telah ditetapkan penyidik sebagai tersangka. AKP Gilang mengatakan diantara mereka ada yang ditahan, ada juga yang tidak. “Jadi delapan orang yang sebelumnya itu, enam ditahan dan dua wajib lapor. Dua tersangka wajib melapor itu ibu-ibu,” tutupnya. (AAN)

Baca juga, |

======================
--------------------

Berita Populer

To Top