NEWS UPDATE

Yonif 732/Banau Temukan Bom Rakitan di Perbatasan Tuhaha-Sirisori

RAKYATMALUKU.COM – MALTENG,- Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Maluku Yonif 732/Banau, menemukan Enam buah bom rakitan di hutan perbatasan antara Tuhaha dan Sirisori Amalatu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu, 8 Juli 2020.

Dari enam buah itu, satu diantaranya masih aktif. Bom yang terbuat dari pipa, telah diamankan di Pos Tuhaha SSK III. “Bahan peledak ini ditemukan dalam lubang kecil berbentuk goa,” ungkap Dansatgas Letkol Inf Suhendar Suryaningrat kepada rakyatmaluku.com.

Suhendar Suryaningrat yang juga Danyonif 732 ini menjelaskan penemuan bahan peledak tersebut berdasarkan informasi yang didapat anak buahnya ketika mereka melakukan anjangsana dengan masyarakat setempat. Dari penuturan warga, sambung Suhendar, bahwa ada banyak peninggalan bahan peledak peninggalan konflik di hutan. “Pasca konflik masa lalu memang banyak meninggalkan peninggalan-peninggalan berupa senjata api baik rakitan dan organik, serta bom-bom seperti yang ditemukan Pos Tuhaha, SSK III,” terang dia.

Dengan sisa waktu penugasan mereka, Dansatgas berharap, pihaknya bisa memaksimalkan waktu itu untuk menyadarkan masyarakat sehingga senpi atau bahan peledak yang masih disimpan agar segera diserahkan kepada aparat keamanan terdekat. “Kami berusaha secara maksimal membuat masyarakat sadar apabila masih mempunyai kepemilikan senjata, untuk diserahkan pada pihak yang berwenang, dan kami juga sosialisasikan apabila kepemilikan hal-hal tersebut adalah tindakan yang dilarang hukum,” katanya.(*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top