NEWS UPDATE

5 Meninggal, 8 Hilang, SAR Ambon Rilis Korban Kecelakaan Laut Di Maluku

Muslimin, Kepala SAR Ambon

SEPANJANG tahun 2018, terjadi  47 kali kecelakaan laut di Maluku. Dengan total korban 278 orang. Untuk korban selamat    265 orang,  Meningggal dunia  5 orang dan 8 orang lainnya dinyatakan hilang.

Hal ini dikatakan, Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin, melalui rilisnya, Rabu 27 Februari 2019.

Sementara itu menyambut HUT Basarnas ke-47, Rabu 28 Februari 2019, Muslim melalui rilisnya menyampaikan sambutan Kepala Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan, Bagus Puruhito, S.E., M.M, MARSDYA TN mengatakan  di Tahun 2019 Basarnas mencanangkan sebagai tahun reformasi birokrasi. 

Momentum ini menjadi tonggak perubahan yang positif baik di internal maupun eksternal  Basarnas. 

Menurutnya, perjalanan Basarnas dari tahun ke tahun begitu dinamis. 

“Yang pasti, Basarnas saat menjela menjadi institusi pemerintah yang berkomitmen di bidang pencarian, pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi pada kecelakaan bencana maupun kondisi membahayakan manusia,” ungkap Bagus.

Tugas mulia tersebut, kata Bagus,  seperti tertuang dalam UU Nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, dedikasi dan kerja keras dalam bingkai misi kemanusiaan.  Itulah membuat Basarnas menjadi lembaga yang legitimate.

Dedikasi  dan kerja keras dalam bingkai misi kemanusiaan itulah yang membuat Basarnas  saat ini menjadi lembaga yang legitimate, begitu dicintai masyarakat, tidak hanya di tanah air tetapi juga dunia internasional.

Basarnas  yang sudah sedemikian hebat itu tidak boleh surut, harus dipertahankan dan tingkatkan secara kontinyu dari waktu ke waktu sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam rencana strategis basarnas.

Dalam melaksanakan tugasnya, Basarnas tidak dapat bekerja sendirian. Operasi SAR adalah team work sebagai leading sector, Basarnas mengkoordinir keterlibatan seluruh potensi sar, baik dari unsur TNI, Polri , instansi pemerintah, swasta, maupun stakeholder bidang SAR lainnya di tingkat pusat maupun daerah. 

“Komunikasi, koordinasi, dan kerja sama dengan potensi sar tersebut telah menghasilkan kinerja yang luar biasa pada tahun-tahun sebelumnya. Dikana tim SAR mampu menyelesaikan operasi SAR pada kecelakaan bidang pelayaran, penerbangan, bencana, dan kondisi membahayakan manusia yang terjadi di beberapa tempat secara sporadik. Basarnas dan potensi SAR memiliki persepsi yang sama, baik pola pikir maupun pola tindak sehingga operasi sar dapat dilaksanakan secara optimal dengan hasil yang maksimal,” tandas Bagus.

Ditambahkan musibah bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan dapat menimpa siapa saja. Katwna  itulah, Basarnas dan potensi SAR harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan SAR kepada masyarakat.

“Selama ini, sinergitas dan soliditas antara basarnas dan potensi SAR menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan operasi SAR yang tidak dapat kita prediksi tersebut

karena itu pula, tema hut basarnas ke-47 tahun ini adalah : “dengan sinergitas dan soliditas, basarnas bersama potensi sar bertekad mewujudkan pelayanan SAR yang cepat, prima, dan terpadu,” tegas Bagus . (AAN)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top