NEWS UPDATE

7 Kali Raih Adipura, 7 Kali Lipat Sampah ‘Kepung’ Ambon

SAMPAH MEMBLUDAK. Pengguna jalan melintas di dekat sampah yang membludak di Jalan Sultan Hasanudin, Kapaha, Selasa 15 Januari 2019. Berbagai sampah itu berserakan hingga ke badan jalan akibat terbawa genangan air ketika turun hujan. (MOHAS AMIR)

PEMERINTAH  Kota Ambon mendapat penghargaan Adipura dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup sebanyak tujuh kali berturut-turut terhitung sejak tahun 2012 hingga 2018.

Tropi Adipura tersebut karena Kota Ambon dinilai berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Namun, penilaian pemerintah pusat tersebut seolah berbanding terbalik dengan realitas yang ada saat ini di Kota Ambon.

Sebab, masalah sampah di kota Ambon hingga saat ini belum dapat diatasi oleh Pemerintah Kota Ambon. 

Hal ini terbukti begitu banyak sampah yang masih bertaburan di Kota Ambon, bahkan tujuh kali lipat banyaknya diatas trotoar, di sepanjang taman kota Jalan Sam Ratulangi dan di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy yang dikonfirmasi wartawan mengakui, masalah sampah di Kota Ambon masih menjadi PR bagi pemerintah Kota Ambon. Namun, Pemerintah Kota Ambon akan terus berupaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut dengan sampah. 

Kata dia, indikator Kota Ambon mendapat tropi adipura ini merupakan penilaian langsung dari pemerintah pusat lewat Kementerian Lingkungan Hidup.

“Sampah akan ada terus sampai kita mati, dan tidak mungkin stop. Nah, bagaimana cara penanganan itu yang dievaluasi dan dinilai oleh kementerian dengan beberapa standar kategori, yakni Kota Besar, Kota Sedang dan Kota kecil. Sementara Kota Ambon masuk dalam klasifikasi kota sedang,” ujar Walikota, Selasa 15 Januari 2018.

Dia mengakui, masih banyak hal yang harus di benahi masalah sampah, terutama tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap sampah. Dia juga mengaku hal tersebut cukup berat, karena Kota Ambon merupakan kota tua sehingga infrastruktur pendukungnya sulit dibenahi.

Dia mencontohkan, sampah yang paling berat diatasi itu yang masuk ke teluk, karena itu di muaranya sulit untuk diangkut karena bangunan rumah warga sudah makin dekat dengan talud. Sehingga kalau mau dibongkar, maka dibutuhkan biaya ganti rugi.

“Oleh karena itu, bulan depan pemerintah kota akan turun langsung melakukan sosialisasi ke desa-desa dan lingkungan masyarakat, bukan hanya mengenai sampah dan lingkungan saja, tetapi juga berbagai faktor, yakni faktor kesehatan dan juga faktor pemerintahan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, Lucia Izaak, yang dikonfirmasi Rakyat Maluku belum lama ini  mengatakan, tingkat kesadaran warga di Ambon terkait pembuangan sampah itu masih minim. 

Menurutnya, warga kota Ambon masih membuang sampah secara sembarangan yang tidak tepat pada waktunya serta tidak pada tempatnya. 

Dia mengaku, meskipun petugas telah melakukan angkutan sampah secara rutin pada pagi hari, tapi memang disadari bahwa sebagian warga kota Ambon belum menyadari betul soal bagaimana itu penanganan sampah.

“Jadi warga masih buang sampah tidak tepat, baik itu pada waktunya maupun tempatnya. Sehingga kalau beberapa titik di kota Ambon telah disediakan tempat pembuangan sampah (TPS). Tapi, tetap saja warga masih belum mematuhi hal itu,” ujar Lucia.

Kata dia, 2019 ini, pihaknya mulai menata beberapa kawasan di pusat kota Ambon disediakan TPS semu agar warga bisa sadar dalam memanfaatkan TPS semu tersebut secara baik. Kata dia, pihaknya perna mengeluarkan edaran informasi pembuangan sampah, namun tetap juga belum menyita kesadaran warga. Sehingga, di 2019 ini, pada areal-areal pusat kota seperti di Jalan Sam Ratulangi akan dilakukan penertiban.

Prinsipnya kita mulai di 2019 ini dengan melakukan sosialisasi. Dan kita akan mulai menata beberapa titik lokasi yang ada di Kota Ambon untuk dilakukan penertiban, seperti di jalan Sam Ratulangi, sebab disana masih ada warga yang membuang sampah tidak tepat waktu pada areal taman,” tandasnya. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top