NEWS UPDATE

Dilarang Konvoi Kemenangan Pemilu Di Ambon

Ilustrasi

DEMI menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Maluku pasca Pemilihan Umum (Pemilu) DPRD kabupaten/kota, DPR, DPD RI dan Presiden – Wakil Presiden, Kepolisian Daerah Maluku melarang masyarakat untuk melakukan konvoi.

Hal ini dikhawatirkan, warga akan marayakan kemenangan hasil Pemilu dengan konvoi kendaraan sehingga biasa memicu kerawanan Kamtibmas.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan arak-arakan untuk menghindari adanya kesalah pahaman dengan pihak lain sambil menunggu perhitungan akhir atau penetapan hasil Pemilu dari KPU,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes, Pol Muhammad Roem Ohoirat kepada RakyatMaluku.com, Senin, 15 April 2019. 

Ohoirat  berharap Maluku bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam menjaga, merawat keamanan. Tidak melakukan hal-hal yang dapat memecah belah persatuan.  

Untuk itu, dia meminta kepada warga agar saling menjaga dan merawat kedamaian yang ada, sehingga tercipta Pemilu damai sesuai keinginan semua pihak.

“Mari kita sama-sama menjaga, merawat dan mengawal Pemilu ini. Keamanan tidak saja menjadi tanggung jawab TNI-Polri, tapi semua pihak termasuk masyarakat,” ujarnya.

TINDAK TEGAS 

Sementara itu terpisah Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa bakal menindak tegas setiap oknum pelaku yang kedapatan mengacaukan situasi dan kondisi keamanan serta ketertiban umum selama masa tenang Pemilu hingga hari pemungutan suara 17 April 2019.

“Kami berharap, di massa tenang Pemilu sejak Minggu, (14/4) hingga pencoblosan pada 17 April 2019, seluruh elemen masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” kata Kapolda, Senin 15 April 2019.

Mantan Kakor Lantas Polri ini akan menindak tegas setiap pengacau, atau orang yang berani membuat kamtibmas terganggu.

“Warga yang mencoba melakukan pelanggaran pemilu pasti ditindak tegas dan ancamannya dua tahun penjara serta denda Rp24 juta. Mengganggu orang coblos, intimidasi dan pelanggaran lainnya itu tidak boleh dan yang bikin kacau akan kita tangkap,” tegasnya.

Kapolda mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih sebagai warga negara dengan sebaik-baiknya dengan menggunakannya di dalam pesta demokrasi ini untuk dirinya, orang lain, maupun bangsa dan negara. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top