HUKRIM

Aborsi, Adriana Loupatty Dihukum 1,9 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Adriana Loupatty (18), warga Tiouw, Kecamatan Saparua, Kabu­paten Maluku Tengah (Malteng) selama satu tahun sembilan bulan (1,9), dan membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana aborsi terhadap anak (janin) yang masih dalam kandungannya.

“Menyatakan, terdakwa Adriana Loupatty terbukti melanggar Pasal 77 A ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ucap Ketua Majelis Hakim Philips Pangalila, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Rabu, 18 Juli 2018.

Terhadap putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon J.W. Pattiasina, menyatakan pikir-pikir, sementara Penasehat Hukum terdakwa, Ahmad Soulissa SH, menyatakan menerima putusan majelis hakim. Sehingga, ketua majelis hakim memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada JPU untuk segera menyatakan sikapnya.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Adriana Loupatty dengan pidana penjara selama tiga tahun, dan membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU dalam tuntutannya menjelaskan, perbuatan bejat itu dilakukan kedua terdakwa di rumah terdakwa Nelcy Lapisarah, di Benteng Karang, RT 04 RW 01, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Rabu, 10 Januari 2018, sekitar pukul 09.30 Wit.

Awalnya, Selasa, 9 Januari 2018, saksi Nita Louputty alias Nita mengantar terdakwa Adriana Loupatty dari Saparau ke rumah mama biang, sapaan akrab untuk profesi saksi Nelcy Lapisarah (dakwaan terpisah), di Benteng Karang, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, dengan maksud untuk menggugurkan janin yang ada didalam kandungan terdakwa.

Selanjutnya saksi Nelcy memasukkan akar bore ke dalam kemaluan terdakwa Adriana dan membiarkan akar bore itu berada didalam kemaluan terdakwa, hingga akhirnya kemaluan terdakwa mengeluarkan darah alias janin keguguran pada keesokan harinya, Rabu, 10 Januari 2018, sekitar pukul 14.30 Wit. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top