NEWS UPDATE

Ada Buaya Di Gorong-Gorong Kota Ambon, BKSDA Himbau Warga Jangan Panik

Ilustrasi

PENAMPAKAN buaya pada salah satu gorong-gorong yang terletak di kawasan Jalan Yos Sudarso Ambon, dan  sempat dilihat warga, Rabu 13 Februari 2019, sempat membuat heboh warga di kota bertajuk manise ini.

Namun Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Muktar Amin Ahmadi, meminta agar warga di Kota Ambon jangan panik terkait itu.

Pasalnya buaya yang terlihat itu masih relatif kecil dan tidak membahayakan manusia.

“Kami menghimbau agar warga jangan panik dengan penampakan buaya itu, karena buaya itu relatif kecil,” ujar Ahmadi, kepada koran ini, kemarin.

Kendati demikian, kata  Ahamadi, karena beberapa waktu terakhir ini keberadaan buaya tersebut meresahkan masyarakat di Kota Ambon,  maka BKSDA akan tetap mentranslokasi buaya tersebut ke habitatnya yang aman dari manusia.

“Tim BKSDA akan  mencoba untuk mencari buaya tersebut, untuk nantinya dikembali ke habitatnya,” ucap Ahmadi.

Dikatakan, keberadaan buaya yang terlihat di gorong-gorong dan sempat menjadi tontonan warga akan sulit untuk kembali lagi ke lokasi yang sama, meskipun di pancing dengan makanannya.

“Kita tunggu sepi dulu  dan selang beberapa hari supaya lebih efektif dan ada hasilnya, dan jika sudah didapat akan dikembalikan ke habitatnnya,” tandas  Ahmadi.

Seperti yang diketahui buaya ini sempat terlihat dalam gorong-gorong di Jalan Yos Sudarso Ambon, yang bermuara ke laut. Dan panjangnya ditaksir sekira 1 meter lebih

Salah satu warga yang melihat buaya itu yakni Muhammad Satrean, kepada pers menjelaskan dirinya pertama kali melihat ada buaya dalam  gorong-gorong sekira pukul 15.30 WIT.

“Buaya itu terlihat  saat hendak memakan daging ayam mentah,” jelas Satrean.

Saat melihat buaya itu,  kata Satrean, dia mengambil sehelai tali arafia untuk mengikat sepenggal daging ayam mentah yang masih berdarah. Dengan tujuan memancing buaya tersebut keluar.

Dan taktiknya ini ternyata benar, buaya itu keluar dari sarangnya. Dia merayap perlahan-lahan serta memakan habis daging ayam yang diikat dengan tali arafia tersebut. 

“Saat buaya memakan daging ayam tersebut, saya sempat memotret buaya dari arah samping gorong-gorong air, namun karena kondisi gorong-gorong gelap sehingga tidak kelihatan jelas,” ujarnya.

Masih kurang puas, lanjut Satrean, dia kembali mengambil kawat yang panjangnya sekira 3 meter dengan mata kail. Dan menggunakan daging ayam yang masih berdarah untuk memancing buaya itu keluar. 

Sayangnya, karena kawasan gorong-gorong tersebut di ramaikan dengan kedatangan warga, buaya tersebut tak kunjung keluar.

“Bagaimana buaya mau keluar kalau kawasan gorong-gorong telah dipenuhi dengan warga. Tapi nanti kita pantau buaya tersebut sampai malam hari. Karena buaya tersebut sering muncul di gorong-gorong  itu,” tandas Satrean. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top